Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Tausiah Politik
Sebelumnya
Ketika patung-patung mereka dihancurkan, Nabi Ibrahim tetap memperlihatkan ketenangannya ketika ia ditanya Raja tentang siapa yang melakukan penghancuran berhala mereka.
Ia menjawab dengan tenang tuduhan Raja dan kalangan masyarakat dengan penuh diplomasi yang membuat masyarakat tidak percaya jika Nabi Ibrahim menjadi pelaku tunggalnya. Jawabannya ialah: “Sebenarnya patung yang besar itulah yang melakukannya, maka tanyakanlah kepada berhala itu, jika mereka dapat berbicara”. Bahasa diplomasi ini menyelamatkan Nabi Ibrahim dari amarah raja dan rakyatnya. Seandainya ia dengan lugu menyatakan “aku yang merusaknya” mungkin saat itu juga ia akan dibunuh. Akan tetapi tujuan mulia yang diemban Nabi Ibrahim tidak boleh dilaksanakan secara emosi tanpa perhitungan, sehingga Nabi Ibrahim secara spontan menyatakan pernyataan itu.
Baca juga : Batas Ketaatan Terhadap Pemimpin
Nabi Ibrahim mengelabui Raja dan warganya dengan pernyataan itu, lalu difahami yang membatat berhala-berhala itu ialah berhala yang paling besar yang sudah digantingi kapak besar. Masyarakat memahami yang merusak ialah sang berhala besar tetapi Nabi Ibrahim juga tidak serta merta disebut berbohong karena berhala yang paling besar memang yang telah dikalungi kapak itu.
Meskipun Nabi Ibrahim menurut kacamata diplomasi tidak bohong, tetapi kasus itu membuat Nabi Ibrahim tidak sanggup menghadap pada Allah SWT di Padang Makhsyar karena ia terbebani rasa bersalah yang menganggap dirinya telah berbohong kepada umatnya.
Baca juga : Menutup Pintu Korupsi: Sogok (Risywah)
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 5, edisi Rabu, 4 September 2024 dengan judul "Belajar Diplomasi Publik Dari Nabi Ibrahim"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.