Dark/Light Mode

Diplomasi Publik Dari Surat-Menyurat Nabi

Jumat, 6 September 2024 06:05 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

 Sebelumnya 
Surat lainnya ke Raja Najasy, penguasa Habasyah (Ethopia), yang dian­tar langsung oleh Amr bin Umayyah bersama Ja’far bin Abu Thalib ber­sama teman-temannya. Surat Nabi berisi: “Bismillahirrahmanirrahim, dari Muhammad Rasulullah. Yang mulia Raja Najasyi, aku menyan­jungmu, Allah Yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Raja Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan ke­amanan, dan Maha Memelihara. Aku bersaksi bahwa Isa putera Maryam adalah Ruh Allah dan Kalimat-Nya yang ditiupkan kepada Maryam, wanita yang suci (perawan) lagi baik, yang kemudian mengandung Isa. Aku mengajak engkau untuk mengikuti dan mengimani ajaran yang aku bawa. Karena aku adalah utusan Allah. Bersama dengan ini, aku telah mengutus keponakanku Ja’far beserta sekelompok kaum mus­limin untuk menghadapmu. Salam sejahtera bagi orang yang mengikuti petunjuk-Nya”.

Salah satu surat Nabi juga dituju­kan kepada Raja Gassan, Jabalah bin Aiham, yang intinya mengajak keluarga kerajaan masuk Islam. Akhirnya kesan simpatik yang tertuang di dalam surat Nabi yang didu­kung oleh keramahan sang pembawa surat, maka Raja Gassan bersama keluarganya menyatakan diri masuk Islam. Nabi juga mengirim surat ke­pada Raja Thaif itu melalui sahabat Nabi, Jarir bin Abdillah, yang disam­paikan langsung kepada Raja Thaif.

Baca juga : Bertoleransi Secara Ikhlas

Surat ini merupakan surat terakhir Nabi karena belum kembali Jarir dari Thaif Nabi sudah wafat dibelakang. Ia sebenarnya sudah lama menden­garkan tentang Islam dan setelah membaca surat Nabi yang berisi ajakan untuk memeluk Islam maka ia sudah menyatakan diri tertarik untuk masuk Islam. Namun nanti pada masa Umar bin Khaththab ia secara resmi menyatakan diri masuk Islam bersama 80 orang pejabatnya.

Hasil yang dicapai diplomasi Nabi surat menyurat Nabi sangat besar. Ini bisa diukur melalui respon balik yang ditunjukkan tokoh-tokoh yang membalas surat Nabi.

Baca juga : Belajar Diplomasi Publik Dari Nabi Ibrahim

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 5, edisi Jumat, 6 September 2024 dengan judul "Diplomasi Publik Dari Surat-Menyurat Nabi"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.