Dark/Light Mode

Astha Cita Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto: Memperkokoh Ideologi Pancasila

Senin, 14 Oktober 2024 08:08 WIB
Prof. Dr. Ermaya Suradinata
Prof. Dr. Ermaya Suradinata

 Sebelumnya 
Prinsip Persatuan Indonesia dalam Pancasila akan menjadi acuan bagi Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto untuk memperkuat integrasi antara komponen pertahanan dan keamanan nasional, termasuk TNI, Polri, dan elemen-elemen masyarakat. Modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) akan tetap menjadi prioritas, namun pendekatan yang lebih komprehensif dalam keamanan—melibatkan stabilitas sosial dan ekonomi—juga akan diperhatikan.

Dari segi hubungan internasional, pemerintahan Prabowo diperkirakan akan mengedepankan kebijakan luar negeri yang berlandaskan pada prinsip Keadilan Sosial dan Perdamaian Abadi. Pancasila mengajarkan pentingnya menjaga hubungan yang damai dan setara ­dengan negara lain, serta menolak dominasi kekuatan asing. Dalam menghadapi rivalitas kekuatan besar di Asia Pasifik, Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto kemungkinan akan menekankan kebijakan luar negeri yang bebas aktif, menjaga kedaulatan negara, sekaligus aktif dalam forum-forum internasional.

Baca juga : Memantapkan Sistem Pertahanan Negara

Pancasila merupakan benteng kuat yang mampu mempersatukan dan menjaga kohesi sosial bangsa. Kemandirian juga menjadi fokus dalam strategi ­Prabowo untuk memperkokoh Pancasila. Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) di­pimpin oleh Ketua Dewan ­Pengarah Prof. Dr (HC) Megawati Soekarnoputri, dan penye­langgaranya dipimpin Kepala BPIP Prof. Dr. Yudian Wahyudi beserta jajarannya telah telah menyusun strategi kebijaksaan Kurikulum Dasar dan Pengembangan yang sesuai dengan kekinian dan masa depan generasi untuk memiliki kesadaran dan kebutuhan menanamkan jiwa bangsa, memperkuat persatuan dan kesatuan nasional, untuk sadar agar mencintai jiwa bangsa (volkgeist).

Dengan juga kemandirian nasional dalam bidang ekonomi dan pertahanan merupakan elemen penting dalam menjaga kedaulatan negara. Selain itu, Prabowo juga menekankan ­pentingnya tanggung jawab dalam kepemimpinan. Tanggung jawab terhadap kesejahteraan rakyat dan keberlangsungan negara adalah nilai yang ia pegang teguh. Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto percaya ­bahwa pemimpin harus mampu memastikan kesejah­teraan masyarakat melalui pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Nilai ini se­laras dengan sila kedua Panca­sila, yaitu kemanusiaan yang adil dan beradab, yang menjadi dasar dalam menciptakan masyarakat yang sejahtera dan berkeadilan.

Baca juga : Bangkitnya Geopolitik Indonesia Menjadi Pemimpin Dunia

Dengan demikian, Astha ­Cita yang dipegang teguh oleh ­Prabowo Subianto bukan hanya sekadar doktrin militer, melain­kan juga sebuah platform ­ideologis yang memperkuat posisi Panca­sila sebagai dasar negara. Melalui penerapan ­nilai-nilai Astha Cita, Prabowo berupaya mengintegrasikan Pancasila dalam kebijakan-kebijakan ­publiknya. Pandangannya tentang pentingnya mempertahankan nilai-nilai luhur Pancasila menjadikan Astha Cita sebagai instrumen strategis untuk memperkokoh kedaulatan dan persatuan bangsa Indonesia di tengah dinamika global.

Prof. Dr. Drs, Ermaya Suradinata, SH, MH, MS, adalah mantan Direktur ­Jenderal Sosial ­Politik ­Kementerian Dalam ­Negeri RI, dan Gubernur ­Lemhannas RI (2001-2005).

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.