Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Astha Cita Pemerintahan Prabowo-Gibran:Memantapkan Pertahanan Dan Bilateral Indonesia-Vietnam
Kamis, 19 September 2024 07:27 WIB
Prof. Dr. Ermaya Suradinata
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintahan Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, yang akan dilantik 20 Oktober 2024, mempunyai visi Astha Cita yang menjadi salah satu prioritas utama untuk memantapkan sistem pertahanan dan keamanan negara. Visi ini semakin relevan mengingat kompleksitas dinamika geopolitik yang terus berkembang, terutama di kawasan Asia Tenggara. Salah satu langkah strategis untuk merealisasikan visi tersebut adalah melalui penguatan kerja sama dengan negara-negara tetangga, seperti Vietnam.
Kunjungan kerja Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto, yang juga Presiden Terpilih Indonesia, ke Vietnam pada 14 September 2024, menegaskan komitmen Indonesia dalam memperkuat hubungan bilateral serta peran aktif dalam menjaga stabilitas kawasan. Pertemuan antara Prabowo dan Perdana Menteri Vietnam Pham Minh Chinh di Hanoi bukan hanya bersifat simbolik, tetapi juga mencerminkan pentingnya hubungan Indonesia-Vietnam dalam konteks geopolitik yang lebih luas.
Kedua negara memiliki posisi strategis dalam menjaga keseimbangan kekuatan di Asia Tenggara, terutama di tengah persaingan pengaruh antara kekuatan besar seperti Amerika Serikat dan Tiongkok. Dengan populasi yang besar dan ekonomi yang tumbuh pesat, baik Indonesia maupun Vietnam memiliki kapasitas untuk mendorong stabilitas kawasan melalui kerja sama bilateral yang saling menguntungkan.
Dengan membangun aliansi strategis yang lebih kokoh dengan negara-negara tetangga, Indonesia dapat memantapkan peran sebagai pemimpin di kawasan Asia Tenggara. Hubungan yang lebih erat dengan Vietnam juga memperkuat posisi ASEAN di kancah global, di mana pengaruh organisasi ini akan semakin krusial dalam menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan Asia-Pasifik yang dinamis. Penguatan hubungan bilateral Indonesia-Vietnam juga berdampak langsung pada stabilitas regional ASEAN.
Baca juga : Kunjungan Presiden Terpilih Prabowo Subianto: Memperkuat Kerja Sama Pertahanan Di ASEAN
Organisasi ini terus menghadapi tantangan dalam menjaga solidaritas di tengah persaingan pengaruh dari luar. Dalam hal ini, hubungan yang lebih erat antara Indonesia dan Vietnam diharapkan mampu menjadi penyeimbang dalam menghadapi tekanan kekuatan eksternal yang berusaha memanfaatkan perpecahan di antara negara-negara anggota ASEAN. Kerja sama di bidang pertahanan dan ekonomi antara kedua negara ini dapat memimpin upaya untuk memastikan ASEAN tetap kuat dan bersatu menghadapi dinamika global.
Tambahan pula Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto, yang segera dilantik sebagai Presiden ke-8 Republik Indonesia, menghadapi berbagai tantangan dalam mengarahkan Indonesia di tengah dinamika geopolitik yang semakin kompleks, khususnya di Asia Tenggara. Pengalaman panjangnya sebagai Menteri Pertahanan memberikan Prabowo wawasan mendalam mengenai tantangan keamanan regional, sebuah modal penting dalam mengelola posisi strategis Indonesia di kancah global.
Baca juga : Pemerintahan Prabowo-Gibran: Pembangunan Desa Untuk Pemerataan Ekonomi
Dalam konteks geopolitik yang semakin rumit, Prabowo memahami bahwa Indonesia harus memainkan peran penengah yang seimbang dalam menghadapi ketegangan yang muncul di kawasan, terutama terkait Laut China Selatan dan rivalitas kekuatan besar. Pengalaman militernya membuat Prabowo tidak hanya memahami isu keamanan dari perspektif pertahanan, tetapi juga bagaimana menciptakan stabilitas melalui kerja sama diplomatik yang erat dengan negara-negara tetangga.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya