Dark/Light Mode

Menjadi Muslim yang Berkepribadian Tawadhu

Kamis, 31 Oktober 2024 05:55 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

 Sebelumnya 
Ibnu Abbas mengatakan, orang yang tawadhu’ adalah orang yang meminum bekas dan sisa air minum saudaranya. Diriwayatkan, bahwa pakaian yang dipakai Umar bin Abdul Aziz ketika berkhutbah di atas mimbar ditaksir hanya bernilai 12 dirham saja, yang terdiri atas jubah, baju, celana, surban, kopiah, sarung dan sepasang sandal.

Ada yang mengatakan, tanda-tanda sikap tawadhu’ adalah meyakini, semua umat Islam lebih baik dari pada dirinya. Al-Fudhail mengatakan, barangsiapa merasa dirinya masih berharga, berarti dia tidak mempunyai sikap tawadhu’.

Abu Yazid mengatakan, orang yang bersikap tawadhu’ adalah orang yang menganggap tidak ada seorang pun manusia yang lebih buruk dari pada dirinya.

Baca juga : Menjadi Muslim Berkepribadian Istiqamah

Ada yang mengatakan, tawadhu’ adalah suatu nikmat yang tidak akan diiri-hati orang, sedangkan kesombongan adalah penderitaan yang tidak mendatangkan rasa kasihan.

Ada juga yang mengatakan, Allah menjadikan kemuliaan dalam sikap tawadhu’, barangsiapa yang ingin mendapatkannya dalam sifat kesombongan, niscaya hal itu tidak akan terwujud.

Ada juga yang mengatakan, Allah menjadikan kemuliaan dalam sikap tawadhu’, kebesaran dalam ketakwaan, dan kebebasan dalam sifat qona’ah. Ada juga yang mengatakan, tawadhu’ adalah sikap yang baik bagi setiap orang, tapi paling baik lagi jika orang kaya yang bersikap tawadhu’.

Baca juga : Tahap Keempat: Dari Makhluk Menuju Makhluk Bersama Tuhan (Min al-Khalq ila al-Khalq bi al-Haq)

Sombong adalah sikap yang buruk bagi setiap orang, tapi paling buruk lagi, jika yang sombong adalah orang miskin. Ibn al-Mubarak mengatakan, bersikap sombong terhadap orang kaya termasuk bagian dari sikap tawadhu’.

Lawan dari tawadhu’ ialah sombong, angkuh, dan congkak. Rasa tawadhu’ tidak bisa satu atap dengan sifat-sifat tersebut. Jika seseorang ingin memelihara rasa tawadhu’ dalam dirinya jauhi sifat-sifat kebalikannya.

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 5, edisi Kamis, 31 Oktober 2024 dengan judul "Menjadi Muslim yang Berkepribadian Tawadhu"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.