Dark/Light Mode

Sengkuni Terkena Kutukan Minyak

Senin, 3 Maret 2025 06:48 WIB
DR Ki Rohmad Hadiwijoyo
DR Ki Rohmad Hadiwijoyo
Dalang Wayang Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Antrean panjang pengisian BBM di SPBU asing mulai nampak beberapa hari terakhir ini. Hal ini sebagai dampak adanya dugaan korupsi tata kelola minyak mentah di Pertamina oleh Kejaksaan Agung. Pengungkapan kasus korupsi harus transparan dan dilakukan secara adil. Hal ini untuk mengembalikan citra dan kepercayaan publik terhadap produk-produk Pertamina. 

Sebenarnya pokok permasalahan perminyakan kita adalah merosotnya lifting migas. Minimnya investasi di sektor migas menyebabkan tidak adanya sumur-sumur baru. Sehingga lifting harian minyak dan gas nasional stagnan di angka 575 ribu barel per hari. Padahal kebutuhan minyak kita sekitar 1,5 juta barel per hari. Celah inilah yang dimainkan mafia minyak untuk melakukan tindak korupsi. Mulai dari impor minyak mentah, distribusi, logistik dan proses kilang minyak .

“Bukannya mafia minyak sudah dilibas, Mo,” celetuk Petruk cengengesan. Romo Semar kurang tertarik menanggapi gonjang-ganjing tata kelola perminyakan nasional. Romo Semar sedang prihatin PHK besar-besaran di awal bulan puasa ini. Mulai dari bangkrutnya pabrik texstil, pabrik sepeda motor, alas kaki dan restoran cepat saji. Gelombang pengangguran menjadi permasalahan baru kalau tidak segera dicarikan jalan keluar.

Baca juga : Gandamana Dan Pandu Makin Mesra

Romo Semar menikmati makan sahur dengan buah kurma dan air putih hangat. Sengaja selama bulan puasa mengurangi minum kopi. Hal ini untuk menjaga kesehatan pencernaan. Kepulan asap rokok klobot membawa ingatannya ke zaman Mahabarata. Di mana, Sengkuni dan Duryudana terkena kutukan minyak Tala. 

Kocap kacarito, sebelum wafat prabu Pandu Dewanata menitipkan cupu yang berisi minyak Tala kepada kakaknya Drestarastra. Pesan Pandu kepada Drestarastra untuk memberikan cupu minyak Tala kepada anaknya Pandawa, setelah menginjak usia dewasa. Konon minyak Tala merupakan hadiah dari Bethara Guru. Karena jasa Pandu berhasil mengalahkan musuh para dewa yakni Nagapaya.

Permasalahan mulai muncul ketika Kurawa juga menginginkan minyak Tala tersebut. Drestarastra merasa judeg antara menjaga amanah Pandu atau memberikan minyak Tala kepada darah dagingnya sendiri Kurawa. Minyak yang sudah di-blending dengan mantram sakti memiliki kesaktian yang luar biasa. Tidak mempan senjata tajam jika tubuh diolesi minyak Tala. 

Baca juga : Erosi Kekuasaan Jongring Saloka

Sengkuni dan Duryudana sangat bernafsu memiliki minyak sakti peninggalan Pandu tersebut. Segala cara ditempuh untuk merebut Minyak Tala dari genggaman Drestarastra. Saat Drestarastra kebingungan, cupu minyak terjatuh dari genggamannya. Minyak tumpah di lantai istana Hastina. Kesempatan itu dimanfaatkan Sengkuni dan Duryudana untuk melumuri seluruh tubuhnya dengan minyak Tala. 

Sengkuni berhasil melumuri seluruh badannya. Sehingga Sengkuni sakti tidak mampan oleh senjata tajam. Namun ada bagian yang tidak terolesi yaitu di bagian duburnya. Sedangkan Duryududana tidak sempat mengolesi paha kaki sebelah kirinya. 

“Sengkuni dan Duryudana terkena kutukan di penghujung perang Baratayuda, Mo,” celetuk Petruk membuyarkan lamunan Romo Semar. “Betul, Tole, keduanya tewas mengenaskan di tangan Bima,” jawab Romo Semar pendek.

Baca juga : Pasukan Yuyu Rumpung Perusak Samudera

“Makan yang bukan haknya pasti akan terbongkar. Apalagi minyak merupakan kebutuhan hajat orang banyak. Kalau diselewengkan pasti memakan korban. Seperti kutukan minyak Hastina yang tumpah di istana,” papar Romo Semar sambil ngeloyor pergi. Oye

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.