Dark/Light Mode

Keajaiban Al-Qur’an (20)

Misteri Lebah-Madu (Bagian 2)

Minggu, 23 Maret 2025 06:07 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

 Sebelumnya 
Komunitas semut memiliki banyak keistimewaan. Mereka konsisten menempuh garis perjalanan, tidak terpisah-pisah. Setiap kali berjumpa atau berpapasan satu sama lain, mereka saling berciuman. Jika ada di antaranya yang sakit diangkut ramai-ramai di bawa ke sarang.

Ahli biologi juga mengungkapkan solidaritas semut yang sangat tinggi. Setiapkali di antara mereka menemukan makanan, maka setiap itu pula saling menyampaikan kepada kelompoknya, lalu mereka makan berjamaah. Mereka juga tunduk kepada pimpinannya dan sebaliknya pimpinannya juga sangat sayang terhadap komunitasnya, sebagaimana tergambar di dalam ayat di atas.

Baca juga : Misteri Lebah-Madu (Bagian 1)

Ini pelajaran besar dari makhluk kecil, bahwa kerjasama, istiqamah, dan solidaritas telah ditunjukkan kepada semut. Kepemimpinan mereka sangat teratur sehingga satu sama lain memiliki kesetaraan. Pimpinannya juga tidak mau menang sendiri tetapi sama-sama mereka mencari nafkah. 

Jika ada di antara mereka mendapatkan rezeki, tidak dimakan sebelum komunitas lainnya datang beramai-ramai. Berbeda sebagian manusia, dihabiskan sendiri baru memberitahu orang lain.

Baca juga : Neurologi Wudhu

Pemilihan serangga-serangga kecil seperti semut sebagai nama surah di dalam Al-Qur’an mengingatkan kita bahwa sekecil apapun makhluk Tuhan memberi arti dan makna kehidupan manusia.

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 1 & 8, edisi Minggu, 23 Maret 2025 dengan judul "Keajaiban Al-Qur’an (20) Misteri Lebah-Madu (Bagian 2)"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.