Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Legenda tinju dunia, Manny Pacquiao alias PacMan tampil prima dalam sesi latihan jelang duel perebutan gelar dunia melawan Mario Barrios.
Program latihan yang dijalani pria berusia 46 tahun ini tampak gila-gilaan. Intensitasnya sangat tinggi, seperti yang terlihat dalam rekaman yang belakangan beredar di media sosial.
Petinju asal Filipina itu bahkan tampak seolah belum pernah pensiun dari ring. “Saya kembali. Saya ingin bertarung dan menghibur penonton,” tegas Pacquiao dalam wawancara dengan Premier Boxing Champions beberapa waktu lalu, seperti dikutip dari ESPN, Sabtu (14/6).
Baca juga : Piala Dunia Antarklub, Inter Milan Andalkan Lapis Kedua
Pertarungan yang akan dilakoni Pacquiao nanti bukan laga biasa. Ia akan naik ring di MGM Grand Garden Arena, Las Vegas, Sabtu 19 Juli 2025, untuk memperebutkan sabuk kelas welter WBC.
Kalau menang, ini bisa jadi salah satu pencapaian paling luar biasa dalam sejarah tinju dunia. Sebab, delapan kelas berat sudah pernah dilewati Pacquiao.
Sekarang, ia kembali dari masa pensiun buat rebut sabuk lagi. “Saya harus latihan keras, seperti dulu. Harus 100 persen siap. Lawan saya bukan petinju sembarangan,” ujarnya.
Baca juga : Piala Dunia Antarklub Dibayangi Kerusuhan
Lawan Pacquiao nanti adalah Mario Barrios. Petinju muda Amerika ini sedang naik daun dan punya ambisi besar. “Ia mau ambil apa yang jadi milik saya. Ini bisnis, bukan personal,” balas Barrios, menanggapi kehadiran Pacquiao.
Meski usia sudah hampir setengah abad, semangat PacMan tetap menyala setiap latihan di Wildcard Boxing Club. Lari di perbukitan Los Angeles, semua dijalaninya dengan disiplin militer. Mirip seperti masa jayanya dulu.
“Saya masih suka lari pagi di pegunungan. Masih punya semangat dan tekad. Tidak semua petinju punya itu,” ucap Pacquiao. Tujuannya? Bukan cuma sabuk. Ia ingin memberi inspirasi.
Baca juga : Tangani 7.590 Aduan, Lapor Mas Wapres Banyak Peminatnya
“Saya ingin jadi contoh buat anak-anak dan semua pecinta tinju,” katanya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya