Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pesan Strategis Dari KTT BRICS 2025: Kepemimpinan Indonesia Di Tengah Ketidakpastian Geopolitik
Senin, 14 Juli 2025 08:06 WIB
Prof. Dr. Ermaya Suradinata
Sebelumnya
Krisis global yang terjadi dalam dekade terakhir membuktikan bahwa sistem internasional penuh dengan ketidakpastian. Pandemi Covid-19, inflasi global, krisis energi, perubahan iklim ekstrem, serta ketegangan antarnegara nuklir, semuanya menunjukkan rapuhnya arsitektur keamanan dan ekonomi dunia. Dalam kondisi seperti itu, kepemimpinan bukan hanya soal respons terhadap keadaan, tetapi kemampuan menciptakan ruang baru untuk bertahan dan berkembang. Indonesia dalam KTT BRICS 2025 telah mengambil langkah konkret untuk menjadi bagian dari solusi, bukan sekadar korban dari gejolak global.
Di masa depan, tantangan geostrategi akan semakin melekat dengan faktor-faktor non-tradisional seperti keamanan digital, perlombaan kecerdasan buatan, hingga persaingan dalam penguasaan mineral kritis. Kepemimpinan pemerintahan Indonesia harus bersiap dengan strategi yang tidak hanya reaktif terhadap isu-isu aktual, tetapi juga preventif terhadap skenario masa depan. Forum seperti BRICS, di mana Indonesia kini menjadi bagian, merupakan platform penting untuk menyuarakan arah dan aspirasi bangsa, sekaligus memperkuat jejaring kolektif untuk menghadapi ketidakpastian global secara bersama.
Baca juga : Trust Ke Fundamental, Analis Kompak Rekomendasikan Saham BBRI
Partisipasi Indonesia dalam KTT BRICS 2025 adalah gambaran konkret dari kepemimpinan pemerintahan yang tangguh dan visioner di tengah tantangan geopolitik dan geostrategi yang kian kompleks. Dengan menekankan prinsip keadilan, inklusivitas, dan kerja sama internasional yang setara, Indonesia menunjukkan bahwa bangsa ini tidak akan diam menghadapi dunia yang berubah cepat. Sebaliknya, Indonesia siap mengarungi ketidakpastian dengan kompas moral, strategi adaptif, dan solidaritas global yang terus diperkuat.
Dengan begitu, kehadiran Prabowo Subianto di KTT BRICS 2025 bukan hanya mencerminkan arah kebijakan luar negeri Indonesia, tetapi juga menandai era baru kepemimpinan nasional—kepemimpinan yang berpijak pada realitas geopolitik, tetapi tak kehilangan idealisme dalam membangun dunia yang lebih adil. Di tengah ketidakpastian, inilah bentuk kepemimpinan yang dibutuhkan dunia hari ini.
Baca juga : Kapolri Tanam Jagung Bercaping Gunung
Prof. Dr. Ermaya Suradinata, SH, MH, MS, adalah Gubernur Lemhannas RI (2001-2005) dan Direktur Jenderal Sosial Politik Depdagri RI (1998-2000). Dewan Pakar BPIP RI Bidang Geopolitik dan Geostrategi Manajemen Pemerintahan. Ketua Dewan Pembina Center for Geopolitics & Geostrategy Studies Indonesia (CGSI).
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya