Dark/Light Mode

Mempersiapkan Kiblat Baru Peradaban Dunia Islam (52)

Karya Peradaban Islam: Kalender Islam Dan Pemilihan Nama Bulan

Sabtu, 4 Oktober 2025 05:55 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Latar belakang dipilihnya momentum hijriyah bukan berarti mengecilkan arti dan peran momentum lain sebagaimana disebutkan dalam artikel terdahulu, tetapi ini disepakati semata-mata demi untuk memberikan citra positif ajaran Islam yang terbebas dari kultus individu penganjur utamanya, sebagaimana ditemukan dalam sistem kalender lain. Jika dipilih tahun kelahiran atau tahun wafatnya Nabi Muhammad Saw, maka seolah-olah Nabi Muhammad SAW memegang peran sentral di dalam ajaran Islam, padahal diketahui bersama bahwa sendi utama ajaran Islam itu ialah Al-Qur’an, wahyu atau kalam Allah SWT. Demikian pula pelantikan beliau sebagai Nabi dan peristiwa Isra’ Mi’raj, tidak lebih utama daripada peristiwa hijrahnya beliau ke Yatsrib (Madinah).

Argumen dipilihnya hijrah Nabi ke Yatsrib antara lain:

Baca juga : Karya Peradaban Islam: Kalender Islam

1) Dalam Al-Qur’an sangat banyak penghargaan Allah bagi orangorang yang berhijrah (al-ladzina hajaru).

2) Masyarakat Islam yang berdaulat dan mandiri baru terwujud setelah ke Madinah.

Baca juga : Karya Peradaban Islam: Perintis Tenaga Kincir Air (Hydropower)

3) Umat Islam sepanjang zaman diharapkan selalu memiliki semangat Hijriyah, yaitu jiwa dinamis yang tidak terpaku pada suatu keadaan dan ingin berhijrah kepada kondisi yang lebih baik.

Tanggal 1 Muharram 1 Hijriyah bertepatan dengan 16 Juli 622 M. Penetapan tahun baru Hijriyah ini ditetapkan langsung oleh keluarnya keputusan Khalifah Umar yang ditandai dengan keluarnya Maklumat Keamanan dan Kebebasan Beragama dari Khalifah Umar kepada seluruh penduduk Kota Aelia (Yerusalem) yang baru saja dibebaskan laskar Islam dari penjajahan Romawi pada tahun ke 17 H. (638 M).

Baca juga : Karya Peradaban Islam: Kompas Dan Navigasi

Kalender Hijriyah setiap tahunnya lebih 11 hari daripada kalender Miladiyah, sehingga selisih angka tahun dari kedua kalender itu semakin mengecil. Angka tahun Hijriyah pelan-pelan “mengejar” angka tahun Masehi. Menurut Marshall GS Hodgson dalam The Venture of Islam, satu abad kalender Islam dicapai dalam satu abad kalender Miladiyah dikurangi tiga tahun. Pada tahun satu Hijriyah, ada perbedaan enam abad tahun ditambah 21 tahun (622 M). Pada tahun 100 H, ada perbedaan enam abad 18 tahun (100+618 = tahun 718 M). Pada tahun 200 H, enam abad ditambah hanya 15 tahun (815 M). Ketika sampai pada tahun 700 H, perbedaannya adalah enam abad tahun 1300 M. Menurut rumus di atas keduanya akan bertemu pada tahun 20526 Masehi yang bertepatan dengan tahun 20526 Hijriyah.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.