Dark/Light Mode

Mungkinkah Indonesia Menjadi Kiblat Peradaban Dunia Islam (2)

Jumat, 14 November 2025 05:55 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

 Sebelumnya 
17. Keberadaan Pancasila sebagai falsafah bangsa terbukti sangat “sakti” dalam mempersatukan bangsa Indonesia yang begitu majemuk dari berbagai segi. Pancasila berhasil menghimpun keberagaman dalam satu wadah tunggal yang disebut Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

18. Kesetaraan gender di Indonesia relatif lebih maju dibandingkan banyak negara Islam lainnya. Dalam berbagai indeks global, Indonesia menempati posisi yang lebih baik dalam hal pemberdayaan dan partisipasi perempuan di ruang publik.

Baca juga : Mungkinkah Indonesia Menjadi Kiblat Peradaban Dunia Islam (1)

19. Faktor Bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar dalam menyampaikan nilai-nilai dan ajaran Islam juga berperan penting. Dari Sabang hingga Merauke, ajaran Islam umumnya disampaikan menggunakan bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia sendiri memiliki karakter egaliter yang sejalan dengan substansi ajaran Islam. Selain itu, banyak kosakata bahasa Indonesia yang berasal dari bahasa Arab.

20. Dari sisi stabilitas ekonomi dan politik, Indonesia menempati posisi yang cukup baik. Berdasarkan data forum G20 yang baru-baru ini diselenggarakan di Malaysia, Indonesia berada di jajaran atas dalam hal ketahanan ekonomi di antara negara-negara berkembang.

Baca juga : Mengenal Ilmuwan Baitul Hikmah: Ibn Khaldun

Dua puluh kekhususan ini cukup menjadi modal bagi Indonesia untuk tampil sebagai pusat peradaban dunia Islam di masa depan. Hal ini sejalan dengan pandangan Pangeran Ghazi, adik kandung Raja Abdullah, pemimpin tertinggi Kerajaan Yordania, yang menyatakan bahwa tampuk kepemimpinan peradaban dunia Islam saat ini lebih berpotensi diemban oleh Indonesia. Hal ini mengingat banyaknya keunggulan positif yang dimiliki Indonesia dan tidak dimiliki oleh negara-negara Islam lainnya.

Kita tentu berharap agar Islam di Indonesia benar-benar tampil sebagai rahmatan lil ‘alamin — rahmat bagi seluruh alam semesta.

Baca juga : Mengenal Ilmuwan Baitul Hikmah: Nasiruddin al-Thusi

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 1 & 6, edisi Jumat, 14 November 2025 dengan judul "Mungkinkah Indonesia Menjadi Kiblat Peradaban Dunia Islam (2)"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.