Dark/Light Mode

Harapan Dunia terhadap Indonesia: Chile (2)

Minggu, 16 November 2025 05:30 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

 Sebelumnya 
Penulis juga mewawancarai sejumlah tokoh masyarakat non-Muslim di sana. Kesan mereka menunjukkan tidak ada masalah dengan komunitas Muslim. Mereka dapat kawin-mawin dengan warga penduduk asli Chile. Hal ini agak berbeda dengan komunitas Israel beragama Yahudi yang dinilai lebih tertutup dan eksklusif. Tidak pernah terdengar adanya perkawinan lintas agama (Yahudi), berbeda dengan komunitas Arab dan Muslim lain yang bebas menikah dengan warga penduduk asli.

Baca juga : Harapan Dunia terhadap Indonesia: Chile (1)

Salah seorang narasumber yang penulis tanya mengenai suasana keberagamaan di Chile menjawab dengan lugas bahwa meskipun negara mereka berpenduduk mayoritas Katolik, dalam kenyataan kehidupan masyarakat dan negara banyak dilakukan praktik yang sesungguhnya tidak sejalan dengan ajaran dan keyakinan mereka. Misalnya, agama Katolik tidak membenarkan perkawinan sejenis, tetapi dalam masyarakat hal tersebut dilegalkan. Demikian pula ajaran Katolik sangat menentang aborsi, tetapi dalam masyarakat dianggap biasa bahkan difasilitasi.

Baca juga : Mungkinkah Indonesia Menjadi Kiblat Peradaban Dunia Islam (2)

Masalah utama yang dihadapi komunitas Muslim di Chile ialah keterbatasan sarana dan prasarana keagamaan, mengingat umumnya komunitas Muslim di sana belum berada pada level ekonomi yang lebih baik. Sebagian besar merupakan kaum imigran yang bekerja sebagai pegawai upahan. Belum banyak dari mereka yang berada pada posisi ekonomi dan politik yang lebih baik.

Baca juga : Mungkinkah Indonesia Menjadi Kiblat Peradaban Dunia Islam (1)

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 1 & 6, edisi Minggu, 16 November 2025 dengan judul "Harapan Dunia terhadap Indonesia: Chile (2)"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.