Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Pentingnya Geopolitik Dan Geostrategi Bagi ASN Dan Pejabat Negara
Selasa, 23 Desember 2025 07:32 WIB
Prof. Dr. Ermaya Suradinata
RM.id Rakyat Merdeka - Geopolitik dan geostrategi sejatinya bukan pengetahuan elitis yang hanya bersemayam di ruang-ruang militer atau meja diplomasi internasional. Dalam konteks Indonesia, keduanya harus dibaca sebagai instrumen ideologis dan strategis untuk mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila dalam tata kelola pemerintahan. Pancasila menuntut negara hadir secara berdaulat, adil, dan beradab, sementara Asta Cita menjadi peta jalan transformasi birokrasi agar nilai-nilai tersebut tidak berhenti sebagai semboyan normatif.
Di tengah dunia yang diguncang ketidakpastian global, rivalitas kekuatan besar, krisis ekonomi berulang, serta disrupsi teknologi dan ideologi, negara tidak lagi cukup dikelola dengan pendekatan administratif-prosedural semata. Pemerintahan dituntut memiliki kesadaran ruang, kesadaran posisi, dan kesadaran kepentingan nasional yang berpijak pada Pancasila dan diterjemahkan secara operasional melalui Asta Cita.
Baca juga : Menekraf Siapkan Strategi Ekspor Kreatif Lewat ASIK Dan Creative by Indonesia
Pada titik itulah geopolitik dan geostrategi menjelma sebagai cara pandang strategis, yang harus menjiwai seluruh denyut birokrasi negara, dari puncak pengambilan keputusan hingga tangan-tangan pelaksana di lapangan. Di mana geopolitik juga mengajarkan bahwa setiap kebijakan negara harus selalu lahir dalam konteks ruang, kekuatan, dan nilai.
Dalam kerangka Pancasila, ruang geografis Indonesia bukan sekadar bentang alam, melainkan ruang hidup bersama yang harus dikelola demi keadilan sosial dan persatuan nasional. Lantaran letak Indonesia sebagai negara kepulauan, posisinya di persilangan jalur perdagangan dunia, kekayaan sumber daya alam, serta bonus demografi yang besar adalah amanah strategis yang harus diolah dengan kebijaksanaan negara.
Baca juga : DPR Ingatkan Pentingnya Tingkatkan Keamanan Siber Nasional
Bersamaan dari sini Asta Cita menuntut pula agar pengelolaan amanah tersebut dilakukan melalui birokrasi yang profesional, adaptif, dan berintegritas. Sementara itu, geostrategi memberikan panduan tentang bagaimana seluruh potensi —politik, ekonomi, sosial, budaya, dan pertahanan —diorkestrasikan secara sadar untuk mencapai tujuan nasional. Bagi ASN dan pejabat negara, kesadaran ini bermakna bahwa setiap keputusan administratif, kebijakan fiskal, program pembangunan, hingga pelayanan publik sesungguhnya adalah bagian dari ikhtiar strategis negara untuk menjaga ketahanan, kedaulatan, dan martabat bangsa.
Maka pembekalan geopolitik dan geostrategi yang telah diterima oleh para menteri Kabinet Merah Putih serta para gubernur, bupati, dan wali kota merupakan langkah awal yang selaras dengan semangat Asta Cita. Termasuk dalam membangun kepemimpinan pemerintahan yang berwawasan strategis. Kemudian Pancasila mengajarkan bahwa keadilan dan keberlanjutan hanya dapat terwujud bila nilai dan pengetahuan tidak berhenti di puncak, melainkan mengalir hingga ke dasar.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya