Dark/Light Mode
Sosiologi Korupsi (16)
Gratifikasi Spiritual Bisa Membahayakan
Tausiah Politik
Sebelumnya
Akhirnya, atas nama sang tokoh, pejabat yang telah ditolong terpaksa menjadi "sapi perah" bagi sang makelar spiritual tersebut.
Indikasi gratifikasi spiritual juga terlihat ketika seorang pejabat rajin mengunjungi tokoh atau tempat yang dianggap sakral, seperti pondok pesantren atau padepokan tertentu.
Baca juga : Gratifikasi Spiritual
Atas dasar ketundukan spiritual dan rasa balas budi, keluarlah kebijakan yang tidak semestinya, seperti pembangunan jalan akses khusus ke lokasi tersebut, rehabilitasi bangunan tua, pemberian kendaraan operasional, hingga bantuan materi berjumlah besar. Hal ini sering kali dilakukan di luar kewenangan sang pejabat, yang berujung pada kasus relokasi anggaran besar-besaran.
Bayangkan jika 10 persen saja pejabat publik kita—dan jumlahnya mungkin lebih banyak karena fenomena ini seperti gunung es—berada di bawah tekanan tokoh spiritual.
Baca juga : Gratifikasi Seksual
Hal ini berarti uang negara dalam jumlah besar secara tidak langsung berada di bawah kendali mereka. Tidak mengherankan jika terdapat tokoh spiritual yang memiliki kekayaan tidak wajar; rumah mewah di berbagai tempat, istri banyak, koleksi mobil mewah, serta anak-anak yang hidup bergelimang kemewahan.
Jika seorang tokoh spiritual memiliki sepuluh "anak asuh" dan menerima hanya 1 persen dari total nilai proyek yang dikendalikan sang pejabat, wajar jika ia hidup dalam dunia gemerlap.
Baca juga : Gratifikasi Ratu Balqis
Memasuki tahun politik, para tokoh spiritual ini diprediksi akan "panen" karena semua pihak ingin menang. Astaghfirullah.
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 1 & 6, edisi Rabu, 21 Januari 2026 dengan judul "Sosiologi Korupsi (16) Gratifikasi Spiritual Bisa Membahayakan"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.