Dark/Light Mode

Mari Konsumsi Ikan 

Senin, 16 Februari 2026 07:21 WIB
Prof. Tjandra Yoga
Prof. Tjandra Yoga
Pemerhati Kesehatan

RM.id  Rakyat Merdeka - Kita tahu bahwa ikan adalah jenis makanan sehat yang punya nilai gizi yang tinggi. Di sisi lain, beredar juga berita tentang kontaminasi di laut yang mungkin mempengaruhi ikan pula. 

Dalam kaitan itu, para ahli World Health Organization (WHO) dan Food and Agricultural Organization (FAO) telah melakukan kajian ilmiah risiko dan manfaat (risk and benefit) konsumsi ikan, berdasar bukti ilmiah yang ada.

Kajian dilakukan secara mendalam, baik tentang bukti manfaat konsumsi ikan dan juga laporan tentang kemungkinan kontaminasi bahan seperti dioxin, polychlorinated biphenyls (dl-PCBs),  methylmercury (MeHg) dan selenium (SE).

Baca juga : Korupsi Bukan Musuh Utama?

Sesudah kajian mendalam maka ada rekomendasi WHO dan FAO ini, yang dapat dibagi jadi lima bagian.

Pertama dan yang utama, kesimpulan umum menunjukkan bahwa mengkonsumsi ikan akan memberi energi, protein dan berbagai jenis nutrien yang penting bagi kesehatan.

 

Prof. Tjandra Yoga sedang memancing. (Foto : dok pribadi).

Baca juga : Mengabdi Ke Rakyat

Kedua, manfaat dari konsumsi ikan akan diperoleh dalam seluruh perjalanan kehidupan, termasuk saat kehamilan, anak-anak dan dewasa.

Ketiga, data ilmiah dari studi populasi menunjukkan bahwa manfaat dan dampak individual konsumsi ikan akan bergantung dari pola diit secara keseluruhan, karakteristik seseorang dan jenis ikan yang dikonsumsi.

Keempat, penilaian risiko dan manfaat di masing-masing tempat akan bergantung dari kebiasaan konsumsi, derajat kontaminasi, komposisi nutrien ikan, minat masyarakat setempat, kultur budaya dan demografi setempat. 

Baca juga : Cuma Konsumsi Ikan Sarden Selama Sebulan

Kelima, direkomendasikan agar negara-negara  menyusun strategi analisis risiko (penilaian risiko, manajemen risiko dan komunikasi risiko) untuk memaksimalkan manfaat konsumsi ikan dan meminimalisir risiko yang mungkin ada.

Prof Tjandra Yoga Aditama 
Direktur Pascasarjana Universitas YARSI /Adjunct Professor Griffith University 
Sedang memancing di perairan  Pulau Pari Kepulauan Seribu

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.