Dark/Light Mode

Puasa Dan Karakter Pancasila Di Tengah Ketahanan Geopolitik Indonesia

Senin, 2 Maret 2026 07:14 WIB
Prof. Dr. Ermaya Suradinata
Prof. Dr. Ermaya Suradinata

 Sebelumnya 
Ketahanan nasional tidak hanya ditentukan oleh kekuatan militer dan ekonomi, tetapi juga oleh kualitas karakter warga negara. Puasa sebagai latihan kesabaran melahirkan masyarakat yang tidak mudah panik dalam menghadapi krisis, baik krisis ekonomi global, pandemi, maupun tekanan geopolitik. Kemampuan mengelola diri dan menunda kepuasan, menciptakan stabilitas sosial yang membuat Indonesia mampu bertahan di tengah gejolak dunia. Stabilitas ini meningkatkan kepercayaan investor, memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global, serta menjadikannya mitra strategis yang dapat diandalkan.

Dari perspektif pembangunan sumber daya manusia, puasa berfungsi sebagai laboratorium karakter yang melatih disiplin, tanggung jawab, dan kejujuran. Kualitas ini menjadi fondasi bagi birokrasi yang profesional dan institusi yang akuntabel. ­Reformasi struktural dalam peme­rintahan akan ­menemukan momentumnya ketika ditopang oleh reformasi moral. Dalam konteks geo­politik, negara ­dengan institusi yang kuat dan birokrasi yang bersih memiliki kapasitas lebih besar untuk merumuskan kebijakan luar negeri yang konsisten dan ­independen.

Baca juga : Geopolitik Dunia Berubah, Indonesia Harus Prioritaskan UU Pembumian Ideologi Pancasila

Ramadan juga memperkuat modal sosial berupa gotong ­royong, yang merupakan ke­kuatan utama bangsa dalam menghadapi tantangan global seperti perubahan iklim, ke­tahanan pangan, dan transformasi energi. Solidaritas sosial mempercepat respons kolektif terhadap krisis dan meningkatkan daya tahan masyarakat. Modal sosial yang kuat menjadikan Indonesia tidak hanya sebagai objek dinamika geopolitik, tetapi sebagai subjek yang mampu menentukan arah kebijakannya sendiri.

Ramadan, dalam keheningan­nya, sesungguhnya sedang menyiapkan fondasi bagi Indonesia yang berdaulat secara moral, tangguh secara sosial, dan kredibel secara internasional. Dari disiplin batin lahir stabilitas ­nasional, dan dari stabilitas nasional tumbuh kekuatan geopolitik. Di situlah puasa tidak lagi sekadar ibadah personal, melainkan investasi strategis bagi masa depan Negara ­Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dalam percaturan dunia.

Baca juga : Peran Geopolitik Dalam Mencairkan Kebekuan Birokrasi Negara

Prof. Dr. Drs. Ermaya Suradinata, SH, MH, MS, adalah Pemerhati Geopolitik, dan Geostrategi, serta Manajemen Pemerintahan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.