Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Tausiah Politik
RM.id Rakyat Merdeka - Alam Jabarut merupakan kelanjutan dari alam malakut. Kedua alam ini sama-sama termasuk dalam wilayah alam gaib mutlak. Namun, alam Jabarut berada pada tingkatan yang lebih tinggi.
Tidak semua penghuni alam malakut dapat mengakses alam ini. Hal tersebut menunjukkan bahwa sesama penghuni alam malakut tidak memiliki kapasitas yang sama di hadapan Allah SWT.
Alam malakut sendiri memiliki penghuni tetap, yaitu para malaikat utama seperti Jibril, Mikail, dan Israfil. Alam malakut ini lebih dekat dengan “maqam puncak”, yang biasa disebut haramil qudsiyyah.
Dalam suatu pengelompokan, lapisan-lapisan alam dan maqamnya dapat dibedakan ke dalam beberapa tingkatan. Pertama, Maqam Ahdah yang mencakup alam Lahut dan martabat Dzat.
Baca juga : Derajat dan Keunggulan Manusia
Kedua, Maqam Wahdah yang mencakup alam Jabarut dan martabat sifat. Ketiga, Maqam Wahidiyah yang mencakup alam Wahidiyah dan martabat al-asma’.
Keempat, Maqam Ruh yang mencakup alam Malakut dan martabat af‘al. Selanjutnya Maqam Mitsal, serta Maqam Insan dan alam syahadah.
Jika alam malakut merupakan tahap atau maqam ruhaniyah sekaligus taman jiwa yang hakiki dan senantiasa mempertahankan kesuciannya, maka alam Jabarut sudah memasuki wilayah Lahut atau berada dalam hamparan ma’rifatullah, di mana segala yang banyak kembali menjadi satu. Alam Jabarut telah memasuki dunia rahasia Ilahi, meskipun tetap berada dalam kategori alam gaib mutlak.
Sebagai bagian dari alam gaib mutlak, alam Jabarut agak sulit dijelaskan secara skematis karena ia berada pada wilayah peralihan antara alam dan maqam qudsiyah. Ia berada di antara wilayah aktual dan wilayah potensial yang lazim disebut sebagai al-a‘yan al-tsabitah—yang akan dibahas dalam artikel mendatang.
Baca juga : Tingkatan-tingkatan Alam
Penghuni alam Jabarut adalah “sesuatu” yang bukan Tuhan dalam level Ahadiyyah, melainkan derivasi-Nya dalam level Wahidiyah. Dalam literatur tasawuf disebutkan bahwa di alam Jabarut berlangsung peristiwa nafakh al-ruh (peniupan ruh suci Allah) yang kemudian mampu menghidupkan jasad. Karena itu, alam Jabarut juga kerap disebut sebagai alam ruh.
Di alam Jabarut pula dikenal adanya realitas kesamaran antara “sesuatu” dan “bukan sesuatu”, antara “alam” dan “bukan alam”, serta antara “sifat” dan “asma”. Di dalamnya berlangsung proses perubahan dari keberadaan potensial menuju keberadaan aktual.
Alam Jabarut merupakan alam yang tidak secara umum dapat dijangkau oleh alam-alam sebelumnya, termasuk alam malakut. Hal ini menunjukkan bahwa bukan hanya alam syahadah yang memiliki tingkatan-tingkatan—sebagaimana telah dibahas dalam artikel sebelumnya—melainkan alam gaib pun memiliki hierarki yang berlapis-lapis.
Tidak semua penghuni alam gaib dapat mengakses alam Jabarut, mengenal para penghuninya, ataupun memahami peristiwa-peristiwa yang berlangsung di dalamnya. Bangsa jin, misalnya, tidak dapat mengetahui seluruh perilaku malaikat meskipun sama-sama berada dalam alam malakut. Bahkan sesama malaikat pun tidak saling memahami seluruh rahasia satu sama lain.
Baca juga : Konsep Al-A’yan al-Tsabitah
Para malaikat adalah makhluk yang menjalankan tugasnya secara profesional sesuai amanat Allah SWT.
Mereka tidak saling mengganggu ataupun mengintervensi tugas masing-masing. Di antara mereka terdapat malaikat utama, yang keutamaannya sering dipahami dari perspektif manusia berdasarkan fungsi-fungsi yang mereka jalankan.
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 1 & 6, edisi Senin, 9 Maret 2026 dengan judul "Kajian Teosofi (7) Alam Jabarut"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.