Dark/Light Mode

Stabilitas Geopolitik Indonesia Dalam Gejolak Krisis Global

Senin, 6 April 2026 07:59 WIB
Prof. Dr. Ermaya Suradinata
Prof. Dr. Ermaya Suradinata

 Sebelumnya 
Di tingkat ASEAN, isu Laut China Selatan tetap menjadi ujian bagi kohesi kawasan. Perbedaan kepentingan antarnegara anggota sering kali menghambat terbentuknya sikap bersama yang kuat. Dalam situasi ini, ­Indonesia memiliki peran penting sebagai penyeimbang. Upaya mendorong penyelesaian damai, memperkuat kode etik kawasan, dan menjaga sentralitas ASEAN menjadi bagian dari tanggung jawab geopolitik yang tidak ringan.

Kawasan Indo-Pasifik juga kini berada di persimpangan antara kerja sama dan konflik. Inisiatif-inisiatif strategis dari berbagai negara mencerminkan upaya untuk membentuk arsitektur kawasan sesuai dengan kepentingan masing-masing. Indonesia, dengan pendekatan inklusifnya, berusaha menjaga agar kawasan ini tidak terfragmentasi. Namun, tekanan menuju polarisasi tetap ada, dan di sinilah ketahanan diplomasi Indonesia diuji.

Baca juga : Refleksi Akhir 2025: Menguji Pemerintahan Dalam Cahaya Pancasila Dan Janji Asta Cita

Di tengah dunia yang terus berubah, Indonesia tidak lagi cukup hanya bersikap responsif terhadap setiap gejolak ­global yang datang silih berganti. Ia ­dituntut untuk melampaui ­refleks sesaat dan mulai ­menapaki jalan yang lebih visioner—membaca arah zaman sebelum ia benar-benar ter­bentuk. Dalam ­lanskap geopolitik yang ­dipenuhi ­ketidakpastian, stabilitas tidak bisa lagi di­maknai sebagai ­keadaan diam tanpa guncangan.

Kesadaran ini menuntut Indonesia untuk tidak terjebak dalam logika reaktif yang sempit. Setiap kebijakan, baik di bidang luar negeri, ekonomi, maupun pertahanan, harus dipandang sebagai bagian dari mozaik besar yang membentuk arah bangsa. Pilihan-pilihan strategis tidak pernah benar-benar netral; ia selalu membawa konsekuensi, membuka peluang sekaligus menghadirkan risiko.

Baca juga : Penguatan Tata Kelola Otonomi Khusus Papua Untuk Pembangunan Inklusif Dan Berkeadilan

Masa depan geopolitik ­Indonesia tidak semata ditentukan oleh besarnya tekanan dari luar, melainkan oleh kekuatan yang tumbuh dari dalam dirinya ­sendiri. Ketahanan nasional, kohesi sosial, dan kejelasan arah pembangunan menjadi fondasi yang menentukan apakah ­Indonesia mampu berdiri tegak di tengah badai global. Dunia boleh saja bergerak tanpa kepastian, tetapi Indonesia tetap ­memiliki ruang untuk menentukan jalannya sendiri sebagai negara non blok dan politik bebas aktif.

Prof. Dr. Drs. Ermaya Suradinata, SH, MH, MS, adalah Pemerhati ­Geopolitik, dan Geostrategi, serta ­Manajemen Pemerintahan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.