Dark/Light Mode

Pancasila Dalam Urgensi Karakter Administrasi Tata Kelola Pemerintahan Hubungan Antar Lembaga

Senin, 3 Agustus 2026 07:07 WIB
Prof. Dr. Ermaya Suradinata
Prof. Dr. Ermaya Suradinata

 Sebelumnya 
Karena itu, pembinaan admi­nistrasi harus menjadi investasi jangka panjang dalam pem­bangunan sumber daya manusia aparatur. Aparatur Sipil Negara tidak cukup hanya dibekali kompetensi teknis sesuai bidang pekerjaannya, tetapi juga harus memiliki wawasan kebangsaan, etika publik, kepemimpinan, kemampuan berkolaborasi, serta kecakapan menghadapi perubahan yang berlangsung sangat cepat. Kompleksitas tantangan pemerintahan modern menuntut aparatur yang mampu berpikir strategis, bekerja lintas sektor, serta mengambil keputusan secara cepat tanpa mengabaikan prinsip-prinsip akuntabilitas dan kepastian hukum.

Pembinaan administrasi memiliki dimensi strategis dalam memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap negara. Kepercayaan publik merupakan modal sosial yang menentukan keberhasilan setiap kebijakan pemerintah. Ketika masyarakat memperoleh pelayanan yang cepat, kepastian hukum yang konsisten, pengelolaan anggaran yang transparan, dan aparatur yang responsif terhadap kebutuhan publik, maka legitimasi pemerintah akan semakin kuat.

Baca juga : Indonesia Membutuhkan Stabilitas Ekonomi, Politik, Hukum, Dan Ketahanan Nasional Untuk Indonesia Raya

Urgensi pembinaan administrasi juga semakin penting ketika Indonesia menghadapi dinamika geopolitik, kompetisi ekonomi global, serta percepatan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dalam situasi seperti ini, birokrasi harus menjadi motor penggerak pembangunan nasional, bukan sekadar pelaksana rutinitas administratif.

Negara-negara yang berhasil membangun birokrasi profesio­nal umumnya memiliki daya saing yang lebih tinggi karena mampu menciptakan kepastian regulasi, meningkatkan kepercayaan investor, mempercepat pelayanan publik, dan menjaga stabilitas pemerintahan. Oleh sebab itu, reformasi birokrasi harus dipandang sebagai investasi strategis untuk memperkuat ketahanan nasional dalam menghadapi berbagai tantangan abad ke-21.

Baca juga : MBG Dan Global Nutrition Report 2026

Dari itu keberhasilan refor­masi birokrasi tidak hanya di­ukur dari banyaknya regulasi yang disederhanakan, aplikasi digital yang dibangun, ataupun indikator kinerja yang ter­capai. Ukuran keberhasilan yang ­sesungguhnya adalah hadirnya birokrasi yang mampu meng­hadirkan keadilan, kepastian, dan kemanfaatan bagi masyarakat. Maka Pancasila harus tetap menjadi paradigma utama dalam pembinaan administrasi, karena di dalamnya terkandung ke­seimbangan antara profesio­nalisme dan moralitas, antara efisiensi dan kemanusiaan, serta antara kepastian hukum dan keadilan sosial.

Manakala nilai-nilai ini hidup dalam setiap penyelenggara negara, maka reformasi biro­krasi tidak lagi sekadar menjadi agenda administratif. Melainkan menjadi gerakan kebangsaan untuk menghadirkan birokrasi pemerintahan yang berwibawa, melayani, dan mampu mengantarkan Indonesia Raya menjadi negara yang berdaulat, maju, adil, dan makmur sebagaimana dicita-citakan oleh para pendiri bangsa.

Baca juga : Perkuat Dan Waspada Sistem Pertahanan-Keamanan Guna Menjaga Kedaulatan NKRI

Prof. Dr. Drs. Ermaya Suradinata, SH, MH, MS, adalah Pemerhati ­Geopolitik, dan Geostrategi, serta ­Manajemen Pemerintahan. Dan Alumni US FACOM (sekarang INDO-PASIFIK) Tahun 2002.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.