Dewan Pers

Dark/Light Mode

Politik Imigrasi Dunia Islam (1)

Senin, 10 Agustus 2020 08:22 WIB
Nasaruddin Umar
Nasaruddin Umar
Tausiah Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Semenjak masa Nabi, sahabat, dan generasi sesudahnya, hingga sekarang, selain Tanah Haram (Mekkah), warga non-muslim bebas keluar masuk di negeri-negeri muslim. Bahkan warga non-muslim bisa diberi hak untuk tinggal di negeri muslim dengan berbagai jaminan keamanan.

Sebaliknya, umat Islam berusaha untuk menembus batas-batas geografis negeri-negeri lain untuk melaksanakan misi dagang yang berduplikasi dengan misi dakwah.

Berita Terkait : Harmonisasi Kerukunan Umat Beragama (6)

Perlu ditegaskan bahwa selama imigran tidak bermaksud buruk atau menyalahi prosedur yang ditetapkan oleh wilayah atau negeri yang menjadi mayoritas muslim, imigran tersebut bebas hidup berdampingan dengan warga muslim.

Perkembangan dunia Internasional saat ini sudah sangat berbeda dengan kondisi obyektif di masa Nabi. Saat ini hampir tidak ada celah daratan di muka bumi ini tanpa dihuni oleh umat Islam. Bahkan Islam tidak lagi identik dengan sebuah wilayah geografis tertentu, tetapi Islam sudah tidak terbatasi oleh batas-batas geografis kenegaraan (stateles).

Berita Terkait : Harmonisasi Kerukunan Umat Beragama (2)

Negara-negara bangsa (nation states) saat ini menjadi ciri khas dunia internasional. Seluruh permukaan bumi sudah terkapling-kapling oleh batas-batas kenegaraan yang mengacu kepada kondisi subyektif dan kondisi obyektif, sehingga antara satu negara dengan negara lain memiliki distinksinya masing-masing.

Pembagian negara musuh (dar alharb), negara muslim (dar al-silm), dan negara non-muslim yang menjalin perjanjian damai (dar al-‘ahd) yang pernah mengambil bentuk dalam lintasan sejarah sejumlah dunia Islam, tidak serta merta harus dicopy paste ke dalam dunia Islam modern.

Berita Terkait : Harmonisasi Kerukunan Umat Beragama (1)

Spirit Universalitas Islam tetap perlu menjadi perhatian kita bersama. Nabi selalu mencontohkan bagaimana besar apresiasinya terhadap warga non-muslim yang tinggal di negeri muslim.***