Dewan Pers

Dark/Light Mode

Dimensi Cultural Right Di Dalam Penafsiran Teks Kitab Suci (2)

Minggu, 2 Agustus 2020 08:58 WIB
Nasaruddin Umar
Nasaruddin Umar
Tausiah Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Islamisasi suatu negeri yes, tetapi Arabisasi bisa dikatakan no. Namun demikian, tradisi dan budaya Arab juga mengandung nilai-nilai universal, yang compactible dengan budaya dan tradisi lain tidak ada masalah.

Seperti halnya tradisi dan budaya Indonesia memiliki juga nilai-nilai luhur bersifat universal, sehingga bisa diterima di negara-negara lain. Misalnya, tradisi Halal bi Halal setiap usai bulan puasa sekarang banyak diadopsi di Negara-negara lain seperti di kawasan Asia Tenggara, itu tidak ada masalah.

Yang menjadi masalah jika ajaran Islam dipaksakan identik dengan tradisi dan budaya Arab. Seolah-olah yang paling islami ialah tradisi dan budaya Arab, bahkan ada yang membid’ahkan jika ada aspek ajaran Islam melekat pada budaya lokal.

Berita Terkait : Dimensi Cultural Right Di Dalam Penafsiran Teks Kitab Suci (1)

Seperti tradisi perkawinan yang sering dirangkai dengan adat-istiadat lokal, sering ada yang mengusiknya. Sepanjang sebuah tradisi dan budaya tidak bertentangan dengan substansi ajaran Islam maka itu sah saja menjadi “tempat” ajaran Islam mengaktualkan atau mewadahi dirinya.

Contohnya, ajaran Islam menyerukan menutup aurat, tetapi model penutup auratnya tidak mesti menggunakan cadar (chodor dari bahasa Persia berarti kelambu), Abaya (tradisi Syiria), hijab atau jilbab (Arab).

Perempuan muslimah Indonesia bisa tetap menggunakan model dan pakaian tradisional masing-masing, yang penting terpenuhi substansi ajaran Islamnya sebagai penutup aurat.

Berita Terkait : Makna Sufistik Timur dan Barat (7)

Apa itu aurat, di mana batas-batas aurat laki-laki dan perempuan? Akan dibahas tersendiri dalam artikel lain.Arabisasi ajaran Islam sama dampaknya dengan dearabisasi ajaran Islam.

Tidaklah proporsional jika ada gerakan yang latah melakukan arabisasi ajaran Islam, seperti tidak proporsionalnya sebuah gerakan indonesianisasi ajaran Islam dengan latah melakukan dearabisasi.

Baik budaya Arab maupun budaya Indonesia, atau pun budaya lainnya, sama-sama memiliki hak budaya (cultural right) untuk mewadahi ajaran non-dasar Islam. Semua orang bisa menjadi the best muslim tanpa harus berbudaya Arab.

Berita Terkait : Makna Sufistik Timur dan Barat (5)

Akan tetapi berbudaya Arab tidak serta merta harus diperhadap-hadapkan dengan budaya Arab.Pada hakekatnya, semua kearifan lokal itu sesungguhnya merupakan sendi kebudayaan dan peradaban universal. ***