Dark/Light Mode
- Sabtu Berkah Bareng Ojol, Kapolda Metro Jaya Ajak Pengemudi Utamakan Keselamatan
- Menperin: Pendidikan Vokasi Kunci Cetak SDM Industri Unggul
- Nawakara Edukasikan Generasi Muda Soal Keamanan Hingga Kepedulian Lingkungan
- BRI Peduli Salurkan 270 Unit Mesin Pompa Air Bantu Kendalikan Api di Kalimantan
- Pemprov DKI Siapkan 11 Rusun dalam APBD 2027, Rorotan dan Marunda Prioritas
Membangun Peradaban Berbasis Masjid (1)
Memahami Hakekat Masjid (1)
Tausiah Politik
Sebelumnya
Dari sudut pandang hakekat, badan manusia juga disebut masjid, karena di dalam badan itu ada kalbu, jiwa, akal pikiran, yang harus sujud. Badan manusia disebut “pakaian” (Al-Tsiyab) atau casing yang membungkus organ penting di dalam diri manusia.
Bahkan kalangan Syi’ah menganggap tubuh manusia sebagai “Baitullah” karena di dalamnya juga ada roh suci Tuhan yang ditiupkan ke dalam diri manusia. Jika badan manusia sebagai “Baitullah” maka badan manusia juga adalah kiblat.
Baca juga : Saling Menutupi Kelemahan (2)
Itulah sebabnya ayat mengatakan: Wa tsiyabaka fathahhir (dan pakaianmu hendaklah engkau bersihkan/QS Al-Muddatsir/74:4).
Sujud itu sendiri mempunyai dua macam; yaitu sujud majazi yakni tersungkurnya kepala di atas lantai atau sajadah, dan sujud haqiqah, yakni terciptanya kesadaran kolektif di dalam diri manusia (Al-Sajid), bahwa kita tidak ada apa-apanya di hadapan kemahamuliaan Allah SWT.
Baca juga : Saling Menutupi Kelemahan
Dalam arti ini, seseorang bisa mengamalkan sujud ketika sedang duduk, berdiri, berjalan, atau berkendaraan. Yang penting kepasrahan diri secara total terjadi pada diri seseorang, bahwa dirinya tidak ada apa-apanya di hadapan kebesaran Allah SWT. (Bersambung)
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.