Dark/Light Mode
- Sabtu Berkah Bareng Ojol, Kapolda Metro Jaya Ajak Pengemudi Utamakan Keselamatan
- Menperin: Pendidikan Vokasi Kunci Cetak SDM Industri Unggul
- Nawakara Edukasikan Generasi Muda Soal Keamanan Hingga Kepedulian Lingkungan
- BRI Peduli Salurkan 270 Unit Mesin Pompa Air Bantu Kendalikan Api di Kalimantan
- Pemprov DKI Siapkan 11 Rusun dalam APBD 2027, Rorotan dan Marunda Prioritas
Etika Politik Nabi Muhammad SAW (58)
Hak Sosial-Budaya Non-Muslim (1)
Tausiah Politik
RM.id Rakyat Merdeka - Pada masa Nabi, ada seorang laki-laki Yahudi sakit keras, lalu Nabi diberitahukan, lalu Nabi membesuk dan duduk di samping pemuda itu. Nabi menawarkan, seandainya pemuda itu berkenan untuk mengenal dan masuk agama Islam. Pemuda itu menatap ayahnya yang kebetulan ada di sampingnya. Ayahnya menyarankan agar anaknya mendengarkan seruan itu dengan mengatakan: Dengarkanlah apa yang disampaikan oleh Abul qasim (Nabi), lalu pemuda itu mengucapkan dua kalimat syahadat. (HR. Bukhari).
Baca juga : Belajar Etika Politik Dalam Shalat Berjamaah (3)
Betapa mulianya perbuatan Nabi menengok orang sakit umat beragama lain dan berusaha membantu meringankan bebannya. Tradisi seperti ini diwariskan kepada para sahabatnya. Musailamah al-Kazzab juga diberi kesempatan memamerkan hasil karya sastranya digantung di sisi pintu masuk ka’bah untuk dinilai dan disaksikan orang lain.
Baca juga : Belajar Etika Politik Dalam Shalat Berjamaah (2)
Dalam kesempatan lain, ketika paman Nabi, Abu Thalib, meninggal dalam keadaan belum pernah mengucap dua kalimat syahadat, Nabi memerintahkan salah seorang putranya, yaitu Ali ibn Abi Thalib, untuk mengurus jenazah ayahnya sampai pada penguburannya dengan baik.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.