Dark/Light Mode

Etika Politik Nabi Muhammad SAW (45)

Mencela Hoax

Senin, 22 Februari 2021 05:00 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

 Sebelumnya 
Di antara hadis yang mendu­kung pernyataan ini ialah: Dari Abu Hurairah, Nabi bersabda: Akan datang kepada manusia tahun-tahun yang penuh dengan penipu, dimana pada saat itu pendusta dibenarkan, orang benar didustakan, pengkhianat diberi amanah, orang yang jujur dikhianati, dan arruwaibidah berbicara. Dikatakatan: Siapakah ruwaibidah itu? Nabi mengatakan: Seorang lelaki yang dungu yang sibuk mengurusi persoalan publik. (HR Al-Hakim, Al-Mustadrak, Jilid 4, halaman 512).

Baca juga : Fungsi Masjid Nabi (3): Tempat Pendidikan Formal (2)

Dalam hadis lain disampaikan oleh Abu Hurairah ra, Nabi bersabda: Allah meridhai kalian agar beribadah kepada-Nya dan tidak mempersekutu­kanNya dengan sesuatu apapun, kalian semuanya berpegang teguh dengan tali Allah, dan agar kalian juga tidak berpecah belah. Allah membenci bagi kalian qiyla wa qala, banyak bertanya dan membuang-buang harta. (HR Baihaqi, Assunan Al-Kubra’, Jilid d.8. halaman 163).

Baca juga : Fungsi Masjid Nabi (3): Tempat Pendidikan Formal (1)

Dalam redaksi lain dikatakan oleh Hafs bin Asim, Nabi bersabda: Cukuplah bagi seseorang dikatakan pendusta tatkala ia menceritakan semua yang didengarkannya (tanpa klarifikasi). (HR riwayat Muslim, Jilid 1 halaman 8).

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.