Dark/Light Mode

Etika Politik Nabi Muhammad SAW (46)

Menjauhi Pengkhianat

Selasa, 23 Februari 2021 05:00 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

 Sebelumnya 
Dalam hadis lain disebutkan oleh Abdullah bin Amru berkata: Nabi bersabda: Ada empat perkara sebagai tanda kemunafikan, dan barangsiapa yang dalam dirinya terdapat salah satu dari yang empat itu, maka ia memiliki sifat nifak (kemunafikan) sampai ia tinggalkan; jika ia bicara ia dusta, jika ia berjanji ia ingkar/curang, jika ia berjanji ia menyalahi janji, dan jika ia bersengketa, ia curang. (HR Bukhari, Sahih Bukhari, Jilid 1, halaman 21. Sahih Muslim, Jilid 1, halaman 55).

Baca juga : Mencela Hoax

Hadis-hadis tersebut menegaskan, tanda-tanda kemunafikan itu di antaranya, jika seseorang bicara, ia berdusta. Jika ia berjanji, ia mengingkari janjinya, dan jika ia bersengketa, ia pun berbuat curang.

Baca juga : Fungsi Masjid Nabi (3): Tempat Pendidikan Formal (2)

Orang-orang yang suka berbuat curang akan diberi tanda khusus oleh Allah berupa bendera di Hari Kiamat. Lalu dikatakan, inilah kecurangan yang telah dilakukan oleh si fulan.

Baca juga : Fungsi Masjid Nabi (3): Tempat Pendidikan Formal (1)

Menjalin perjanjian dalam Islam adalah sah-sah saja. Tapi melanggarnya, hukumnya haram. Karena itu, janji mer­upakan perkara yang harus dipenuhi. Kecuali janji-janji tersebut mengarah pada hal-hal yang dilarang oleh agama, maka menepatinya bukanlah sesuatu yang mesti. (*)

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.