Dark/Light Mode
- STY Nilai Persija Sudah 80 Persen Jelang Super League 2026/2027
- Beckham Putra Siap Bawa Persib Lolos ke ACL Two
- Runner Up, Timnas Putri U-16 Punya Masa Depan Cerah
- Atasi Karhutla Riau, Prabowo Minta Bangun 306 Sumur Bor Di Dekat Hotspot
- Calon Bos OJK Sarjito Beberkan Tantangan Bursa Mineral RI Agar Dipercaya Dunia
Tausiah Politik
Sebelumnya
Dua, terjadi sebaliknya sebagaimana diceritakan dalam ayat ini bahwa Nabi Ibrahim tidak jadi menyembelih anaknya, tetapi diganti dengan tebusan. Tiga, ada ta’wil atau ta’bir sebagaimana terjadi pada kisah mimpi Yusuf as. Atas dasar ini, ahli ta’bir menetapkan bahwa semua mimpi pasti berbentuk salah satu dari tiga macam mimpi di atas. (Ar-Razi, Mafatih al-Ghayb, Jilid XIII, halaman 158).
Baca juga : Ismail Atau Ishaq? (4)
Kemungkinan lain, pembunuhan bayi dilakukan untuk ide pengorbanan yang diserukan oleh kepercayaan agama. Kasus penyembelihan putra Ibrahim pernah dipahami secara keliru oleh kalangan pengikutnya, yang mengganggap setiap keluarga harus menyembelih salah seorang putranya. Hal ini juga diisyaratkan di dalam Q.S. Al-An’am/6:137. (*)
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.