Dark/Light Mode

Islam Dan Sexual Education (19)

Bisnis Dan Eksploitasi Tubuh Perempuan (2)

Minggu, 18 Juli 2021 06:00 WIB
Nasaruddin Umar
Nasaruddin Umar
Tausiah Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Gratifikasi seksual sesungguhnya bertujuan memberikan “services” khusus kepada orang-orang yang menentukan di dalam sebuah proyek atau tender pengadaan barang dan jasa. Termasuk mempengaruhi kebijakan pejabat yang berwewenang.

Berita Terkait : Hikmah Idul Qurban (1)

Biasanya pejabat yang sudah kaya mereka menginginkan bonus atau hadiah dalam bentuk lain, seperti gratifikasi seksual dari relasinya. Mungkin itu bisa dilakukan di dalam negeri atau mencari tempat lebih aman di luar negeri, dengan satu paket perjalanan, yang di dalamnya sudah diatur sedemikian rupa, sehingga sangat aman dan rahasia.

Berita Terkait : Bisnis Dan Eksploitasi Tubuh Perempuan (1)

Dengan maraknya isu di media tentang prostitusi kelas atas yang melibatkan sejumlah artis, maka gratifikasi seksual harus dihukum seberat-beratnya karena melakukan kejahatan kemanusiaan ganda, yaitu korupsi dan berzina.

Berita Terkait : Kedudukan Pemimpin Perempuan (2)

Jika ketentuan hukum gratifikasi seksual ini belum diakomodasi oleh hukum positif kita, maka sudah sangat mendesak untuk segera diundangkan. Jika terus dibiarkan, gratifikasi semacam ini dikhawatirkan datangnya kemurkaan Tuhan yang akan menimpa, bukan hanya yang bersangkutan tetapi termasuk orang-orang yang tak berdosa, sebagaimana diisyaratkan dalam ayat: “Dan peliharalah dirimu daripada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang lalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya.” (Q.S. Al-Anfal/8:25).
 Selanjutnya