Dark/Light Mode

Sambut Indonesia Emas 2045

Cetta Online Class Fokus Kembangkan Ilmu Perguruan Tinggi

Senin, 23 Oktober 2023 19:20 WIB
Founder Cetta Online Class, Arief Hidayatullah. (Foto: Istimewa)
Founder Cetta Online Class, Arief Hidayatullah. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Cetta Online Class, kursus online belajar bahasa asing dengan menorehkan popularitas dalam waktu singkat, ketika pandemi Covid-19 mulai menjangkit.

“Sejak berdiri pada Mei 2020, Cetta saat ini memiliki total 2105 murid aktif, 589 total kelas aktif yang setiap sesinya berlangsung live stream Zoom, bukan kelas rekaman," ujar Founder Cetta Online Class, Arief Hidayatullah pada keterangannya, Senin (23/10).

Arief menambahkan, kelas-kelas tersebut diisi oleh 318 guru aktif, dan terhitung terdapat kurang lebih 20.000 akun teregistrasi.

Dengan pencapaian saat ini, Arief memaparkan cara mempertahankan eksistensi Cetta sebagai kursus online.

Menurutnya aktivitas yang dilakukan secara online tetap bisa dimaksimalkan selama tidak menghilangkan aspek sentuhan manusia.

“Paling utama itu kualitas konten dan pengajaran; kedua kita mengemas kelas dengan interaktif dan menyenangkan aspek selanjutnya reminder," ujar Arief.

Baca juga : DPR: Cegah Stunting Anak, Siapkan Generasi Unggul

Ia menambahkan, pihaknya mengutamakan pentingnya saling mengingatkan; dan terakhir kita memberi apresiasi peserta kelas berupa penghargaan.

Arief menambahkan, mengenai visi Cetta dalam menyiapkan masyarakat Indonesia menjadi world Citizen.

“Cara mewujudkannya, kita perlu menjembatani gap lintas bahasa, dengan menyiapkan material dan equipments melalui dukungan masyarakat," ujar Arief.

Lebih lanjut ia menjelaskan, Cetta dan masyarakat memiliki kesadaran bahwa jembatan ini penting maka semangat untuk membangun (belajar) bahasa tadi akan sangat tinggi.

Arief berharap orang-orang yang menguasai bahasa internasional ini mendapatkan peluang akses informasi yang lebih besar, pendidikan tinggi, hubungan internasional, dan pekerjaan secara global.

“Banyak sekali peluang yang ada di dunia ini, tapi ya itu, kita masih punya banyak keterbatasan untuk ambil peluangnya. Maka, bangunlah jembatan (bahasa) agar bisa melewati jurang (tantangan) dengan aman,” katanya.

Baca juga : ProGib Nusantara Dukung Prabowo-Gibran Jadian Di Pilpres 2024

Sebagai poin utama, Arief menjelaskan mengenai visi Indonesia Emas 2045. Ketika Indonesia mendapatkan bonus demografi.

Menurutnya, salah satu pilar untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045 adalah pembangunan manusia dan penguasaan ilmu pengetahuan serta teknologi.

“Ini sejalan dengan visi Cetta yaitu meningkatkan pendidikan vokasi dan penyelarasan pengembangan ilmu di perguruan tinggi," ujar Arief.

Ini untuk menjawab perubahan struktur ekonomi tentunya dengan dukungan kemitraan tiga pihak yang kuat.

"Output-nya tenaga kerja terampil dengan keahlian khusus penguasaan bahasa asing, yang tidak dapat dipungkiri jadi kebutuhan dalam pasar kerja yang kompetitif,” ujar Arief.

Terakhir Arief menguraikan target Cetta dalam 5 tahun ke depan yang beririsan dengan visi mewujudkan masyarakat Indonesia menjadi world Citizen.

Baca juga : BNI dan UKI Teken Kerja Sama Program Ekosistem Keuangan Perguruan Tinggi

Menurutnya, kualitas dan kuantitas kelas Cetta akan terus ditingkatkan. Kami ingin terus bertambah ke jutaan siswa setiap bulannya.

Semakin banyak peserta, maka makin banyak pula tenaga pengajar berkualitas yang dibutuhkan, dan ini adalah tantangan kami.

"Kami berharap Cetta bisa makin dikenal luas sebagai tempat belajar bahasa dengan kualitas terbaik yang juga sangat peduli pada siswa, tenaga pengajar, & employees welfareness, “ pungkas Arief.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.