Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Luncurin Buku Conscious Diet, Dr Yovi Yoanita Berbagi Tips Diet Sehat
Jumat, 31 Mei 2024 09:00 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Banyak orang menjalani diet karena ikut-ikutan atau hanya sesaat, padahal diet seharusnya menjadi gaya hidup untuk mencapai tujuan kesehatan atau penurunan berat badan yang berkelanjutan.
Demikian disampaikan Dr. Yovi Yoanita dalam acara peluncuran buku Conscious Diet di SESA Organic Market, Jakarta, pada Kamis, 30 Mei 2024. Acara yang berlangsung dari pukul 15.00 hingga 17.00 ini menarik perhatian banyak orang yang antusias untuk memulai perjalanan menuju kesehatan optimal.
Dr. Yovi yang merupakan seorang ahli di bidang nutrisi, kebugaran, dan anti-aging ini membagikan pengalaman serta keahliannya yang luas dalam buku ini. Dengan lebih dari 19 tahun praktik, Dr. Yovi telah mendedikasikan kariernya untuk kesehatan anti-aging, preventif, kedokteran fungsional, dan kesehatan mental. Latar belakang pendidikannya mencakup gelar Sarjana dari Fakultas Kedokteran dan Magister Kesehatan Masyarakat dengan spesialisasi Ilmu Gizi dari Universitas Padjadjaran.
Baca juga : PPP Fokus Berjuang Tembus Ke Senayan
Conscious Diet tidak hanya membahas cara menemukan diet yang sesuai dengan kebutuhan unik, tetapi juga menekankan pentingnya kesadaran dalam menjalani diet. Dr. Yovi menekankan, banyak orang sering kali menjalani diet hanya karena tren atau sementara saja. Padahal, diet harus menjadi gaya hidup untuk mencapai tujuan kesehatan atau penurunan berat badan yang berkelanjutan.
Dalam Conscious Diet, Dr. Yovi membahas secara mendalam topik-topik penting seperti faktor emosi, cheating, hormon stres, dan hormon insulin yang mempengaruhi diet. Buku ini juga mengulas tentang empat tipe tubuh (adrenal, ovarium, tiroid, dan liver) yang masing-masing memiliki kebutuhan diet yang berbeda. Dengan hadirnya Conscious Diet, Dr. Yovi berharap, masyarakat Indonesia dapat lebih sadar dalam menjalani pola diet yang sehat dan berkelanjutan.
Dr. Yovi adalah pendiri YClinic. Ia memiliki diploma dari American Board of Anti-Aging Medicine dan telah menyelesaikan fellowship di bidang anti-aging dan kesehatan mental fungsional. Dr. Yovi juga merupakan hipnoterapis bersertifikat, fasilitator Access Bars dan Body Process, serta life coach. Dedikasinya terhadap kebugaran dan kesehatan mental menjadikannya pembicara yang dicari di berbagai seminar kesehatan dan acara TV.
Baca juga : Aturan Baru Kominfo Bagi RT/RW Net, Ajukan Izin Atau Bermitra Dengan ISP
Peluncuran buku ini juga dimeriahkan dengan kegiatan pijat tubuh dari Houzcall dan pemeriksaan darah gratis dari Diagnos bagi peserta, yang semakin menambah antusiasme dan nilai tambah bagi para pengunjung acara. Setiap pengunjung juga berkesempatan untuk mendapatkan buku bertanda tangan eksklusif dari dr.Yovi.
Data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menunjukkan bahwa prevalensi obesitas di Indonesia terus meningkat. Angka obesitas di tanah air meningkat dalam beberapa tahun terakhir, mencapai tingkat yang mengkhawatirkan.
Pada tahun 2019, angka obesitas di Indonesia mencapai 14 persen dan kini meningkat menjadi 25-26 persen. Obesitas menjadi masalah yang perlu segera ditangani, karena merupakan faktor risiko untuk penyakit tidak menular seperti diabetes melitus, jantung, kanker, dan hipertensi. Obesitas pada anak-anak dan remaja juga menunjukkan tren peningkatan yang mengkhawatirkan, meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya