Dark/Light Mode

Kurangi Risiko Bayi Lahir dengan Kelainan, Jessica Iskandar Pilih Teknologi PGT-A

Rabu, 18 September 2024 11:59 WIB
Jessica Iskandar (kedua kiri) dan suaminya Vincent Verhaag (kedua kanan) menjalani proses bayi tabung di Morula IVF Surabaya. (Foto: Istimewa)
Jessica Iskandar (kedua kiri) dan suaminya Vincent Verhaag (kedua kanan) menjalani proses bayi tabung di Morula IVF Surabaya. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kelainan kromosom adalah kondisi genetik yang terjadi akibat kesalahan dalam pembelahan sel selama proses pembentukan sperma atau sel telur.

Akibatnya, bayi dapat lahir dengan jumlah kromosom tak normal yang berisiko menyebabkan berbagai penyakit bawaan, seperti down syndrome.

Untuk mengurangi risiko kelainan kromosom, Jessica Iskandar mengambil langkah terbaik ketika mengikuti program bayi tabung di Morula IVF Surabaya.

Dokter obgyn Morula IVF Surabaya, Benediktus Arifin MPH SPOG dalam acara seputar kehamilan di Surabaya,  menjelaskan, kelainan kromosom dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan pada bayi, seperti keterlambatan perkembangan fisik, mental, serta cacat bawaan.

Beberapa jenis kelainan kromosom yang umum di antaranya, Down Syndrome (Trisomi 21). Bayi yang lahir dengan Down syndrome memiliki tiga salinan kromosom 21.

"Mereka akan mengalami keterlambatan perkembangan intelektual dan fisik. Kelainan kromosom berikutnya yaitu Sindrom Turner," ujar pria yang akrab dipanggil dr Benny itu dalam keterangannya, Rabu (18/9/2024).

Benny menambahkan, kondisi ini terjadi pada wanita dan disebabkan oleh hilangnya sebagian atau seluruh kromosom X, yang menyebabkan kemandulan serta masalah pendengaran dan penglihatan.

Ketiga adalah kelainan kromosom yang disebut Sindrom Klinefelter (XXY). Sindrom ini terjadi pada pria yang memiliki kromosom X tambahan, menyebabkan gangguan perkembangan fisik dan disfungsi seksual.

Keempat adalah Trisomi 13 (Sindrom Patau) dengan kelainan yang menyebabkan cacat fisik dan intelektual berat serta kelainan organ seperti otak dan jantung.

Baca juga : Kasus Gratifikasi Listing BEI, OJK: Jangan Ada Yang Dikecualikan Dan Dilindungi

Faktor penyebab kelainan kromosom. Meski penyebab pastinya belum bisa ditentukan, ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko kelainan kromosom pada bayi.

Pertama, usia ibu hamil. Wanita yang hamil di usia 35 tahun ke atas memiliki risiko lebih tinggi melahirkan bayi dengan kelainan kromosom.

Kedua, paparan zat berbahaya. Konsumsi alkohol, merokok, penggunaan obat-obatan terlarang, dan paparan zat kimia berbahaya selama kehamilan juga meningkatkan risiko kelainan kromosom.

Mencegah dan mengurangi risiko kelainan kromosom pada bayi Walau tak sepenuhnya dapat dicegah, ada beberapa langkah yang bisa diambil oleh calon orang tua untuk mencegah dan mengurangi risiko kelainan kromosom.

Dr Benny menjelaskan, teknologi PGT-A (Preimplantation Genetic Testing for Aneuploidies) adalah salah satu solusi untuk mendeteksi kelainan kromosom sebelum embrio ditanamkan ke rahim ibu.

Dengan teknologi ini, embrio yang dihasilkan melalui proses bayi tabung diperiksa secara genetik untuk memastikan kromosomnya normal.

Hal ini membantu mengurangi risiko keguguran dan meningkatkan peluang kelahiran bayi yang sehat. Kedua, konsumsi asam folat sesuai dengan rekomendasi yaitu 400 mikrogram per hari.

Asam folat sangat penting dalam perkembangan janin. Konsumsi makanan yang kaya asam folat, seperti sayuran hijau, sebelum dan selama kehamilan.

Ketiga, menghindari rokok dan alkohol. Ibu hamil perlu menjauhi minuman alkohol dan merokok untuk mengurangi risiko komplikasi kehamilan dan cacat lahir.

Baca juga : Tingkatkan Kedaulatan Data, Canonical Gandeng Sivali Cloud Technology

Keempat, menjaga berat badan ideal. Wanita dengan obesitas memiliki risiko lebih tinggi terhadap komplikasi kehamilan dan kelainan kromosom.

Pola makan sehat dan olahraga teratur dapat membantu menjaga berat badan ideal.

Kelima dengan pemeriksaan kehamilan rutin. Pemeriksaan kehamilan secara rutin memungkinkan deteksi dini terhadap risiko kelainan kromosom termasuk melalui Non Invasive Prenatal Testing (NIPT).

Menurutnya, PGT-A sangat penting terutama bagi wanita yang berusia di atas 35 tahun atau yang memiliki riwayat kelainan kromosom dalam keluarga.

"Dengan teknologi ini, kita bisa memastikan embrio yang ditanamkan normal secara kromosom, sehingga peluang kehamilan yang sehat meningkat," ujar Benny.

Jessica Iskandar menggunakan teknologi PGT-A dalam program bayi tabung.

Bersama suaminya Vincent Verhaag, Jessica menjalani proses bayi tabung di Morula IVF Surabaya untuk memastikan embrio yang ditanamkan terhindar dari risiko kelainan kromosom.

Setelah beberapa kali gagal hamil secara alami, Jessica dan Vincent memilih teknologi PGT-A untuk meningkatkan peluang keberhasilan program kehamilan mereka.

Dari lima embrio yang dihasilkan, satu embrio yang paling sehat dipilih dan berhasil ditanamkan, sementara yang lain disimpan untuk masa depan.

Baca juga : Semangat Kurangi Emisi Karbon Warnai Jambore Nasional dan Perayaan 2 Dekade AXIC

“Awalnya aku sempat was-was, tapi setelah dijelaskan dokter tentang prosesnya, aku yakin ini jalan yang tepat. Prosesnya tidak menyakitkan dan berjalan lancar,” ungkap Jessica tentang pengalaman menjalani IVF dengan PGT-A.

Sebagai salah satu klinik IVF di Indonesia, Morula IVF Surabaya telah menjadi pilihan bagi banyak pasangan, termasuk Jessica dan Vincent, untuk menjalani program bayi tabung.

Klinik ini terus berinovasi dengan menawarkan teknologi seperti PGT-A untuk membantu pasangan mendapatkan bayi dengan kromosom yang sehat.

Menurut Kepala TRB Morula IVF Surabaya, dr Jimmy Yanuar Annas SpOG Subs F.E.R, teknologi PGT-A memungkinkan kami menyeleksi embrio terbaik yang terhindar dari risiko kelainan kromosom.

"Ini memberi harapan baru bagi pasangan yang kesulitan memiliki anak," ujarnya.

Sekadar informasi, Morula IVF Indonesia adalah bagian dari Bundamedik Healthcare System, yang telah melayani ribuan pasien dengan teknologi reproduksi terdepan.

Dengan 10 klinik di seluruh Indonesia, Morula IVF terus membantu pasangan mewujudkan impian menjadi orangtua.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.