Dark/Light Mode

Riset Terbaru, Perokok yang Memahami Rokok Elektronik Berpeluang Berhenti Merokok

Rabu, 19 Maret 2025 17:06 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

RM.id  Rakyat Merdeka - Sebuah penelitian terbaru dari Brighton and Sussex Medical School (BSMS) menemukan bahwa perokok dewasa yang memahami produk tembakau alternatif seperti rokok elektronik memiliki peluang untuk beralih dan bahkan berhenti merokok.

Penelitian ini melibatkan 687 perokok dewasa muda di Inggris dan menemukan bahwa 93 responden (14 persen) berhenti merokok dan beralih ke rokok elektronik, sedangkan 121 responden (18 persen) menjadi pengguna ganda (merokok dan rokok elektronik).

Namun, penelitian ini juga menemukan bahwa masih banyak perokok dewasa yang memiliki pemahaman keliru tentang rokok elektronik, dengan 85 persen orang dewasa yang merokok di Inggris menganggap bahwa rokok elektronik sama atau lebih berbahaya daripada merokok.

Baca juga : 5 Barang Terbaik Philips Elektronik Indonesia dengan Garansi Resmi

Profesor Madya Kesehatan Masyarakat di BSMS Dr. Katherine East mengatakan, salah persepsi tentang rokok elektronik merupakan faktor yang menghalangi perokok dewasa untuk beralih ke produk rendah risiko tersebut.

"Rokok elektronik bukan tanpa risiko, tetapi bukti menunjukkan bahwa rokok elektronik jauh lebih tidak berbahaya daripada merokok dan dapat membantu orang untuk berhasil berhenti merokok," kata Dr. Katherine, Selasa (18/3/2025).

Penelitian ini menyoroti pentingnya edukasi yang lebih luas untuk memberikan informasi akurat mengenai perbandingan risiko antara rokok elektronik dan merokok, sehingga perokok dapat mengambil keputusan yang lebih tepat bagi kesehatannya.

Baca juga : Deretan Petarung UFC yang Kariernya Berhenti karena Cedera

Di Inggris, pada tahun 2024, 85 persen perokok dewasa salah menganggap rokok elektronik sama atau lebih berbahaya dibandingkan rokok konvensional, naik dari 59 persen dalam sepuluh tahun terakhir.

Pentingnya Edukasi

Profesor Ann McNeill dari King’s College London menegaskan bahwa merokok sangat berbahaya bagi kesehatan, tetapi kebanyakan perokok tidak menyadari bahwa rokok elektronik lebih rendah risiko dan dapat membantu berhenti merokok.

Sementara itu, Dr. Jasmine Khouja, dari Tobacco and Alcohol Research Group (Inggris), menekankan perlunya intervensi edukasi untuk meluruskan kesalahpahaman ini.

Baca juga : Hadir di Pameran RHVAC 2024, Midea Tawarkan Produk Elektronik Berteknologi Inverter

"Keyakinan yang salah tentang rokok elektronik dapat menghalangi perokok untuk beralih ke alternatif yang lebih aman," kata Dr. Jasmine.

Oleh karena itu, menurutnya, diperlukan penyuluhan lebih luas agar perokok memiliki informasi akurat mengenai risiko antara rokok elektronik dan rokok konvensional.

“Penting bagi perokok untuk memahami bahwa meskipun rokok elektronik bukan tanpa risiko, beralih ke rokok elektronik dapat secara drastis mengurangi risiko penyakit akibat merokok,” tutupnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.