Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
"Siapa Takut Jadi Ibu" Prenagen Ajak Wanita Hamil Lebih Pede
Jumat, 25 April 2025 20:01 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kalbe Nutritionals melalui Prenagen, brand nutrisi kehamilan di Indonesia, meluncurkan kampanye “Siapa Takut Jadi Ibu!”, mengajak perempuan melihat kehamilan dan peran ibu dengan perspektif baru. Sehingga, bersama-sama mengubah stigma yang masih banyak melekat dan mendukung perempuan untuk dapat menjalani proses kehamilan dengan percaya diri.
Brand Group Manager Prenagen Junita mengatakan, pihaknya memahami kehamilan bukan sekadar proses biologis. Di tengah-tengah itu, ada banyak dinamika emosional, tekanan sosial dan pertimbangan personal yang tidak selalu terlihat.
"Sayangnya, banyak perempuan yang masih dituntut harus “siap” secara instan, tanpa ruang untuk beradaptasi, memahami transformasi ini secara menyeluruh ataupun jujur terhadap keraguan dan ketakutan yang mereka rasakan," tutur Junita, dalam keterangannya, Jumat (25/4/2025).
Berdasarkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2022, sekitar 8,2 persen perempuan Indonesia berusia 15–49 tahun yang sudah menikah, memilih untuk menunda atau bahkan menghindari kehamilan.
Baca juga : 7 Tips Jaga Pencernaan Anak Selama Lebaran, Penting Batasi Camilan Manis
Angka ini mencerminkan perubahan sikap terhadap peran ibu dan kehamilan di kalangan generasi muda. Bahkan, fenomena ini tercatat dipengaruhi berbagai faktor, termasuk kesiapan mental, kekhawatiran atas kestabilan ekonomi, tekanan sosial, serta pertimbangan karier dan kehidupan pribadi.
Karenanya, peran sebagai ibu merupakan perjalanan indah, namun kompleks. Sehingga, penting bagi masyarakat untuk memahami sumber ketakutan atau keraguan perempuan dalam menghadapi kehamilan dan peran sebagai ibu agar tidak berdampak kepada keputusan untuk menunda, bahkan menghindari kehamilan.
Berangkat dari realitas tersebut, kata dia, kampanye “Siapa Takut Jadi Ibu!” hadir bukan hanya sebagai bentuk dukungan.
"Tetapi, sebagai ruang reflektif, dialog dan inspirasi yang mendorong perempuan untuk berani menyuarakan kekhawatiran mereka tanpa merasa dihakimi," ungkapnya.
Baca juga : BTN Kuasai 100 Persen Saham Victoria Syariah
Di kesempatan yang sama, Psikolog keluarga Samanta Elsener menjelaskan, perjalanan menjadi ibu kerap kali dibayangi berbagai tantangan. Karenanya, banyak perempuan merasa perlu menyembunyikan emosinya karena tekanan sosial.
Padahal, rasa takut atau ketidaksiapan menjadi ibu adalah hal yang wajar dan manusiawi.
Menurut Samanta yang dibutuhkan adalah ruang untuk memproses perasaan itu secara jujur dan tanpa penilaian. Sebab, kehamilan seharusnya dijalani dengan kesadaran penuh, bukan dalam kesendirian.
"Karena itu, penting bagi lingkungan sekitar untuk hadir dengan empati dan dukungan," katanya.
Baca juga : Peringatan Hari Ibu, Menkop Budi Arie Ajak Maknai Peran Wanita
Sementara itu, dr. Ardiansjah Dara Sjahruddin, SpOG, MKes, FICS, FESICOG menambahkan, selain dukungan emosional, kampanye ini juga menyoroti pentingnya pemenuhan nutrisi selama periode emas, atau 1.000 hari pertama kehidupan.
Ardiansjah mengingatkan, peran nutrisi sangat menentukan dalam membantu perempuan merasa lebih siap dalam mengambil peran sebagai ibu dan melahirkan generasi masa depan yang sehat dan berkualitas.
Ia menambahkan, banyak ibu hamil yang masih mengalami defisit asupan nutrisi penting, khususnya protein, kalsium, DHA, zat besi dan asam folat.
"Kekurangan nutrisi ini dapat menyebabkan komplikasi seperti anemia pada ibu, keterlambatan perkembangan janin, hingga berat badan lahir rendah,” pungkas Ardiansjah.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya