Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Di tengah ramainya konten TikTok yang menghibur dan inspiratif, muncul tren baru yang memancing perdebatan: sadfishing. Ini bukan sekadar curhat, tapi curhat yang dibumbui emosi demi viralitas. Fenomena ini bikin kita bertanya-tanya, mana cerita tulus, mana yang settingan?
1. Apa Itu Sadfishing?
Sadfishing adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan kecenderungan seseorang membagikan cerita sedih atau masalah pribadi secara berlebihan di media sosial. Tujuannya? Untuk mendapatkan simpati, perhatian, bahkan popularitas.
Istilah ini pertama kali diperkenalkan jurnalis Inggris, Rebecca Reid, pada 2019. Konsep ini mencuat saat Kendall Jenner mengunggah kisah perjuangannya melawan jerawat di Instagram. Banyak yang bersimpati, tapi ternyata itu bagian dari strategi pemasaran.
2. Kenapa Sadfishing Cepat Viral di TikTok?
Jawabannya ada pada algoritma. TikTok menyukai konten yang memicu emosi. Video yang bikin penonton merasa “terhubung” secara emosional baik karena sedih, kasihan, atau merasa relate cenderung banjir like, komentar, dan share. Ujung-ujungnya? Masuk FYP, dan viral.
Baca juga : Fenomena PHK Massal di 60 Perusahaan, Ini Kata Pakar Mediator
Selain itu, audiens TikTok yang mayoritas Gen Z juga lebih responsif terhadap konten yang raw dan personal. Nggak heran kalau sadfishing sering jadi “jalan pintas” buat menarik perhatian publik. Dilansir Journal of Social Political Sciences dalam artikel “Trends of Sadfishing Phenomenon and Disappearance of Self-Privacy on Social Media TikTok”, banyak influencer melakukan sadfishing bukan karena alasan personal, tapi karena tuntutan tren dan keinginan untuk viral. Intinya, mereka hanya ingin terkenal dan di-notice sebanyak mungkin.
3. Dampak terhadap Kesehatan Mental & Empati Sosial
Fenomena ini berdampak dua arah buat pembuat konten dan penonton.
Untuk kreator, sadfishing bisa menciptakan ketergantungan terhadap validasi. Demi engagement, mereka mungkin terus-menerus membagikan kisah sedih, bahkan ketika belum siap secara emosional. Lama-lama, ini bisa memicu stres hingga gangguan mental.
Untuk penonton, terlalu sering terpapar kisah sedih yang dramatis bisa bikin mati rasa terhadap penderitaan orang lain. Atau sebaliknya, jadi terbebani karena merasa harus terus bersimpati. Dalam jangka panjang, ini bisa menurunkan empati yang tulus dan menimbulkan trust issue: mana yang real, mana yang settingan?
Baca juga : Setan Merah Mulai Cari Pengganti Ruben Amorim
4. Cara Membedakan Sadfishing dengan Curhat Tulus
Nggak semua curhat sedih di media sosial itu sadfishing, kok. Tapi kamu bisa mengenali tanda-tandanya:
- Narasinya terlalu dramatis, berlebihan
- Ada ajakan tersirat: “like dong,” “follow aku ya”
- Pakai tagar viral yang sedang tren
Sementara curhat yang tulus biasanya lebih sederhana, nggak banyak embel-embel, dan gak fokus ke keviralan.
5. Bijak Menanggapi Sadfishing
Kita nggak bisa selalu tahu alasan di balik unggahan seseorang. Bisa jadi mereka memang sedang butuh didengar. Tapi, penting juga untuk menjaga ruang digital tetap sehat.
- Jangan langsung menghakimi. Tapi juga jangan terlalu larut hingga menguras emosimu sendiri.
- Tanya ke diri sendiri sebelum curhat: “Aku posting ini karena memang butuh dukungan, atau hanya ingin dilihat sedih?”
Karena pada akhirnya, kita semua berhak didengar tapi harus dengan cara yang sehat dan jujur. Dunia digital memang memberi ruang bagi siapa pun untuk bersuara. Tapi jangan sampai empati berubah jadi konten semata. Yuk jadi pengguna media sosial yang lebih sadar, bijak, dan gak gampang terjebak tren demi likes!
Baca juga : Semen Padang Vs Persis Solo, Papan Bawah Memanas
Sumber:
Ramadhani, A. P., Putri, C. E., & Hamzah, R. E. (2022). Trends of sadfishing phenomenon and disappearance of self-privacy on social media TikTok. Journal of Social Political Sciences, 3(3), 291-303. https://doi.org/10.52166/jsps.v3i3.121
Septiani Ummi Lif’atin Nasiha
Mahasiswi Sastra Inggris, Universitas Negeri Semarang
Mahasiswi Sastra Inggris, Universitas Negeri Semarang
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya