Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Belajar Hidup Selaras Ala Leluhur, Sastrajendra Living Academy Resmi Meluncur
Kamis, 22 Mei 2025 16:17 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Di tengah hiruk-pikuk dunia yang makin bising dan serba cepat, hadir Sastrajendra Living Academy (SLA) sebagai ruang hening untuk menata batin dan menggali makna hidup. Akademi spiritual ini resmi diperkenalkan ke publik lewat kegiatan perdana bertajuk Wedaran yang digelar di Museum Benyamin Sueb, Jatinegara, Jakarta Timur, Sabtu (18/5).
SLA hadir sebagai ruang pembelajaran spiritual dan pelestarian budaya, dengan pendekatan ajaran kearifan lokal nusantara yaitu Sastrajendra Hayuningrat Pangruwating Diyu, filsafat Jawa kuno yang dimodifikasi sesuai kebutuhan manusia modern.
Baca juga : Cek 2 Perusahan Di Semarang, Ahmad Luthfi Pastikan Tenaga Kerja Di Jateng Terima THR
“Ini bukan sekadar forum spiritual. Wedaran kami rancang sebagai ruang pembentukan manusia seutuhnya, yang selaras secara intelektual, spiritual, dan budaya,” kata Pembina SLA, Buntje Harbunangin, dalam keterangan resmi, Kamis (22/5/2025).
Buntje menyebut, SLA ingin membentuk manusia yang mencapai kasampurnaning hurip alias kehidupan yang paripurna secara batiniah.
Baca juga : Barcelona Gasak Sevilla, Papas Atas La Liga Memanas
Dalam kegiatan Wedaran yang berarti ‘pembukaan’ atau ‘permulaan’ ini, para peserta diajak menyelami makna hidup, mengenal diri, dan menjalani refleksi batin. Acara dipandu oleh sesepuh spiritual SLA, Romo Toni Junus Kanjeng Gung, serta Senior Coach SLA, Anggoro Andi Saputra.
Ketua SLA, dr. Bambang Hayunanto, menegaskan bahwa SLA bukan tempat mencari kekuatan gaib, tapi wadah menumbuhkan spiritualitas yang membumi. “Kami mengajarkan falsafah hidup seperti sangkan paraning dumadi, eling lan waspada, dan memayu hayuning bawono. Hidup ini tentang bagaimana memperindah dunia dengan kebaikan dan kebijaksanaan,” ujarnya.
Baca juga : Kolaborasi HW dan Flux Creative Universe Resmi Meluncurkan Holy Flux Media
Menurutnya, SLA menawarkan proses transformasi dari pribadi yang biadab menjadi pribadi yang beradab. “Semua ilmu ini muaranya satu: pulang ke manunggaling kawula Gusti,” tutupnya.
Tak hanya jadi ajang kontemplasi, Wedaran juga mempererat ikatan antarpeserta lewat semangat gotong royong dan persaudaraan, sembari menghidupkan kembali nilai-nilai budaya lokal.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya