Dark/Light Mode

Musim Hujan Tiba, Ini Risiko Penyebaran Penyakit dan Tips Pencegahannya

Jumat, 2 Januari 2026 17:19 WIB
Ilustrasi perawatan pasien di RS. (Foto: Dok. Penulis)
Ilustrasi perawatan pasien di RS. (Foto: Dok. Penulis)

Curah hujan yang tinggi di banyak wilayah Indonesia sejak beberapa minggu terakhir memicu meningkatnya risiko berbagai penyakit musiman. Pakar kesehatan mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap gejala penyakit yang kerap muncul saat cuaca lembap dan genangan air meluas.

Pakar epidemiologi dari Universitas Indonesia, Dr. Mira Haryanti, mengatakan bahwa perubahan cuaca dan lingkungan menjadi faktor utama penyebaran penyakit infeksi pada musim hujan.

“Cuaca lembap dan genangan air menciptakan kondisi ideal bagi vektor penyakit dan mikroorganisme patogen untuk berkembang biak,” ujar Dr. Mira, Kamis (1/1).

Deretan Penyakit yang Perlu Diwaspadai

Baca juga : Firman Soebagyo: Pengibaran Bendera GAM Bisa Picu Perpecahan

Menurut data Kementerian Kesehatan, ada beberapa penyakit yang kerap meningkat saat musim hujan, antara lain:

  1. Demam Berdarah Dengue (DBD). DBD disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Genangan air pasca hujan menjadi tempat berkembang biak nyamuk, sehingga kasus DBD cenderung meningkat saat musim hujan.
  2. Infeksi Saluran Pernapasan (ISPA) dan Flu. Kelembapan tinggi mempermudah penyebaran virus penyebab batuk, pilek, dan influenza. Orang dengan gangguan pernapasan seperti asma juga rentan mengalami gejala yang lebih berat.
  3. Diare dan Infeksi Saluran Pencernaan. Banjir dan sanitasi yang buruk dapat mencemari sumber air dan makanan. Hal ini meningkatkan kemungkinan diare dan penyakit pencernaan lain seperti tifus.
  4. Leptospirosis. Penyakit yang ditularkan melalui urine tikus ini berkembang di genangan air dan tanah basah. Leptospirosis dapat menyebabkan demam tinggi dan nyeri otot jika tidak ditangani.
  5. Penyakit KulitLembapnya kulit akibat hujan dapat memicu infeksi jamur dan bakteri, seperti kurap, dermatitis, dan gatal-gatal.

Perubahan Iklim Picu Pola Penyebaran Penyakit

Ahli lingkungan mengaitkan perubahan iklim dengan meluasnya risiko penyakit musiman. Pola hujan yang tidak menentu membuat vektor penyakit, seperti nyamuk, bertahan lebih lama sehingga memperluas wilayah endemis.

Baca juga : BNI Raih 2 Penghargaan Internasional atas Pengembangan SDM

Data Kementerian Kesehatan menunjukkan lonjakan kasus DBD di beberapa daerah sepanjang 2023–2024. Menurut peneliti, fenomena ini salah satunya dipengaruhi oleh perubahan pola curah hujan.

Tips Pencegahan yang Dianjurkan

Pakar kesehatan menekankan langkah preventif sebagai kunci utama untuk mengurangi risiko penyakit, antara lain:

  • Mengelola lingkungan dengan rutin menguras dan menghilangkan genangan air di rumah.
  • Menjaga kebersihan diri, terutama mencuci tangan sebelum makan dan setelah ke toilet.
  • Memastikan makanan dan minuman higienis.
  • Meningkatkan daya tahan tubuh melalui pola makan sehat, istirahat cukup, dan olahraga.

Baca juga : Hodak: Penyerang Persib Harus Bisa Menyerang dan Bertahan

Dengan meningkatkan kesadaran dan menerapkan langkah pencegahan sederhana, ancaman penyakit musiman saat musim hujan dapat diantisipasi lebih dini sehingga masyarakat tetap sehat.

Aisyah Fitria
Aisyah Fitria
Mahasiswa Semester 3 Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Bhayangkara Jakarta Raya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.