Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Jejak Penulis KBM App Goes To Korea: Menyusuri Negeri yang Terasa Rumah Sendiri
Rabu, 11 Februari 2026 17:29 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Bagaimana rasanya menginjakkan kaki di sebuah negara untuk pertama kali, namun setiap sudutnya terasa begitu familiar?
Sensasi itulah yang dirasakan rombongan Diamond KBM App saat menjalani city tour di Korea Selatan, sebuah perjalanan yang bukan sekadar wisata, melainkan pengalaman emosional yang membangkitkan kenangan dari layar kaca.
Bersama mentor mereka, Asma Nadia, para penulis seperti Bunga BTP, Dwi Indrawati, Majarani, Ka_Umay, Yazmin_Aisyah, FebriYthi, Julli_Nobasa, hingga Lebah Ratih, menelusuri berbagai ikon Negeri Ginseng yang selama ini akrab lewat drama dan film populer.
Ketika bus melintas di depan Istana Gyeongbokgung, bangunan bersejarah itu tak lagi sekadar destinasi wisata. Bagi rombongan, istana tersebut seolah menjadi panggung hidup dari berbagai kisah yang pernah mereka saksikan.
Mulai dari ketegangan serial Kingdom, romansa The Moon Embracing the Sun, hingga kemegahan modern dalam Goong. Tak jauh dari sana, Patung Laksamana Yi Sun-shin di Gwanghwamun Plaza berdiri gagah. Sosoknya telah lama dikenal lewat film epik The Admiral: Roaring Currents.
Baca juga : Menhaj Luncurkan “Beras Haji Nusantara”
Begitu pula dengan Patung Raja Sejong Agung yang identik dengan perjuangan literasi dan penciptaan huruf Hangeul, sebagaimana tergambar dalam The King's Letters dan drama Deep Rooted Tree.
Di Itaewon, rombongan merasakan denyut keberagaman dan semangat kebebasan. Kawasan ini mengingatkan pada perjuangan anak muda melawan dominasi konglomerasi besar seperti yang digambarkan dalam Itaewon Class.
Bahkan, halte bus dekat N Seoul Tower seolah menghadirkan bayangan karakter Park Saeroyi yang ikonik.
Sementara itu, Gangnam memperlihatkan sisi glamor Seoul. Patung tangan raksasa Gangnam Style di depan COEX Mall menjadi simbol budaya pop global.
Kawasan ini juga merefleksikan latar drama bertema kelas sosial seperti High Society dan My ID is Gangnam Beauty.
Baca juga : Lengkap, Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri Sugiono Tahun 2026
Bangunan futuristik Dongdaemun Design Plaza (DDP) pun tak kalah memikat. Arsitekturnya yang unik mengingatkan pada adegan-adegan terkenal dalam My Love from the Star hingga aksi intens di Vincenzo.
Momen paling emosional terjadi saat rombongan tiba di Nami Island. Deretan pohon Metasequoia yang menjulang tinggi membawa kenangan pada Winter Sonata, drama yang menjadi pionir gelombang Hallyu.
Tempat ini bukan sekadar objek wisata, tetapi simbol romantisme yang telah melekat di hati jutaan penonton.
Kunjungan ke kawasan perbatasan Korea Utara dan Selatan pun menjadi pengalaman tak terlupakan. Alih-alih mencekam, lokasi tersebut justru membangkitkan ingatan pada kisah cinta lintas batas dalam Crash Landing on You.
Perjalanan ini memberi pelajaran berharga. Korea Selatan berhasil membangun keterikatan emosional dunia melalui kekuatan cerita baik lewat drama, film, maupun K-Pop.
Baca juga : Natal Pulga Vidal di Kota Gudeg, Hangat Bersama Keluarga
Mereka tidak hanya menawarkan destinasi, tetapi juga menghadirkan narasi yang membuat orang merasa memiliki.
Bagi para penulis Diamond KBM App, kunjungan ini bukan sekadar wisata, melainkan proses belajar langsung tentang bagaimana kreativitas dapat menggerakkan ekonomi dan membangun citra bangsa.
Harapannya, semangat yang sama bisa tumbuh di Indonesia. Seperti Korea yang memikat dunia melalui karya, para penulis tanah air pun diyakini mampu menghadirkan cerita-cerita luar biasa yang membuat Indonesia semakin dicintai, bukan hanya oleh warganya, tetapi juga oleh dunia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya