Dark/Light Mode

Miss Mode Fathia Modeong, Sarjana Astronomi Pertama Dari Mongondow Timur

Rabu, 25 Februari 2026 14:40 WIB
Fathia Modeong. (Foto: Dok. Pribadi)
Fathia Modeong. (Foto: Dok. Pribadi)

"Alhamdulillah sudah selesai pemindahan kuncer-- tali toga," suatu pesan Whatsapp masuk ke hape.

Ketika itu, kami dalam perjalanan dari hotel menuju Auditorium II Kampus III Universitas Islam Negeri-- UIN Walisongo, Semarang menghadiri acara wisuda.
Yang mengirim pesan adalah cucu keponakan Fathia Modeong. Sembari membaca pesan, saya menatap rekaman video yang disertakan.

Terlihat gadis belia menapak mimbar kehormatan akademis, diiringi suara pembaca acara, "Fathia Modeong, Buyat 12 Juli 2003."
Sosok mungil itu mendekap map berisi ijazah, tersenyum sambil melambaikan tangan. Kami memang agak telat hadir di tempat acara.

Prodi Astronomi,
Tiga Tahun, Tiga Bulan:

Thia adalah salah seorang dari 6 (enam) mahasiswa Program Studi-- Prodi Astronomi atau Ilmu Falak yang diwisuda pertama tahun 2026, Sabtu 7 Februari.

Hanya dua wanita yakni Thia dan Lisa Kurnia. Empat lainnya laki-laki: Muhammad Fadli Rohman, Faizal Akbar, Muhammad Muhaimin Thohri dan ⁠Izudin Hasan.
Thia termasuk mahasiswa yang cepat merampungkan studi: tiga tahun, tiga bulan. Dia adalah lulusan SMK Negeri 1 Kecamatan Kotabunan yang berlokasi di Desa Buyat, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur-- Boltim, Sulawesi Utara.

Dipimpin Rektor,
Moment Membanggakan:

Prosesi wisuda dipimpin oleh Rektor UIN Walisongo Prof Dr Nizar M.Ag beserta jajaran senat.

Pemindahan kuncer dari sisi kiri ke sisi kanan melambangkan kelulusan, suatu moment yang membanggakan. Bukan saja bagi wisudawan, tapi juga orang tua dan kerabat.

Wisudawan memenuhi ruang utama dengan kursi berjejer rapih. Orang tua disediakan beberapa tenda beserta cctv untuk mengikuti acara.

Beberapa keluarga dan kerabat tampak berbusana seragam, membawa kembang, bekal dan kebahagiaan. Meriah.

Dian Potabuga, Mama Thia, berusaha hadir di acara wisuda anak semata wayangnya. Mereka berangkat dua hari sebelumnya dari Desa Buyat, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur-- Boltim, Sulawesi Utara.
Pagi-pagi di hotel dia sudah mematut diri. Memakai busana Muslim yang dibeli oleh putrinya di Pusat Perbelanjaan Thamrin City, Tanah Abang, Jakarta Pusat, sebulan sebelumnya.
 
John Modeong, papanya, tidak hadir. Namun, ada Syaifa "Ifa" Gonibala, sepupu yang kuliah di Universitas Manado-- Unima ikut menemani. Ifa pun sudah didandani oleh Mua.

Dian, ibu rumah tangga pernah bekerja sebagai admin di Puskesmas. Sebagaimana John, petani di kampung, mereka belum pernah naik pesawat. Naik, mobil agak jauh, misalnya dari kampung ke Manado sekitar tiga jam dengan jalan berliku mereka pusing. Naik pesawat tentu perlu tekad tersendiri.

Acara wisuda sudah ditunggu-tunggu. Rencana keluarga untuk hadir ke Semarang sudah pula dirancang. Namun, Papanya hanya sampai mengantar di Bandar Udara Sam Ratulangi, Manado.

Thia, Mama dan Ifa melanjutkan penerbangan ke Jakarta. Nginap semalam. Besoknya disambung dengan perjalanan naik kereta api dari Stasiun Gambir menuju Stasiun Tawang, Semarang.

"Ada bae-bae samua di jalan," kata mamanya. Tidak ada keluhan, apalagi sampai pusing di pesawat atau karena keriuhan lalulintas dari Bandara Soekarno-Hatta dan ibu kota.

Fakultas Syari'ah,
Kajian Astronomi:

Program Studi Ilmu Falak di UIN Walisongo berada di bawah Fakultas Syari'ah dan Hukum. Fokus pada kajian astronomi Islam, meliputi penentuan waktu shalat, arah kiblat, hisab-rukyat awal bulan hijriah dan gerhana.

Visi utamanya menjadi pusat riset ilmu falak berbasis unity of sciences. Kurikulumnya mengombinasikan fiqh dan astronomi.

UIN Walisongo juga mempunyai planetarium dan observatorium yang merupakan planetarium universitas terbesar ke-tiga di dunia.

Miss Mode,
Dikira dari Thailand:

Fathia di kalangan teman-temannya selain disapa "Thia" kadang dipanggil "Mode," penggalan dari Modeong, marganya dari Bolaang Mongondow. Maklum di angkatannya ada tiga yg bernama Fathia.

Di luar kampus Thia ada yg menyapanya "Miss" karena Modeong dikira nama dari Thailand. Panggilan demikian beralasan juga, karena di antara mahasiswa UIN memang ada yg berasal dari Thailand. Mereka biasa disapa dengan panggilan akrab "Miss."
Lepas dari panggilan "Mode" atau "Miss" untuk Fathia Modeong,  Wisuda kali ini mengukuhkan 1.277 lulusan. Terdiri dari 1.184 Sarjana (S-1), 80 Magister (S-2), dan 13 Doktor (S-3). (**)

Karim Paputungan
Karim Paputungan
Wartawan senior Rakyat Merdeka

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.