Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- BPK Hormati Proses Hukum KPK, Pegawai Terlibat Akan Disidang Etik
- Kejagung Ungkap Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Terima Suap Rp 4,3 Miliar
- Pramono Sediakan Ruang Nobar Piala Dunia, Asal Jangan Ganggu Jam Kerja
- KPK Sita Rp 200 Juta dan Mobil SUV dari Kasus Suap Audit BPK
- Nama Disebut di Sidang Bea Cukai, Ini Klarifikasi Raffi Ahmad
RM.id Rakyat Merdeka - Saldo rekening sudah menipis kembali padahal baru beberapa hari gajian? Fenomena “gaji numpang lewat” ini kerap menjadi keluhan yang memicu stres finansial bulanan para pekerja.
Biasanya, hal tersebut bukan karena nominal pendapatan yang kurang, melainkan buruknya tata kelola arus kas keluar-masuk.
Agar penghasilan bulanan tidak terus-menerus menguap tanpa bekas, maka perlu memahami cara mengatur cash flow pribadi secara tepat. Temukan panduan praktisnya di artikel ini.
Cara Mengatur Cash Flow Pribadi
Mengelola keuangan sering kali terasa memusingkan. Padahal, kuncinya sederhana, yaitu pastikan pemasukan lebih besar daripada uang yang harus dikeluarkan.
Jika cash flow (arus kas) bocor, maka gaji sebesar apa pun tentu akan habis. Nah, cobalah terapkan beberapa cara mengatur cash flow pribadi berikut agar lebih sehat dan bebas stres.
1. Petakan Pemasukan dan Pengeluaran
Catat seluruh sumber penghasilan, mulai dari gaji pokok, komisi, bonus, hingga hasil kerja sampingan. Lalu, lacak semua pengeluaran tanpa terkecuali.
Baca juga : Marah Digugat Cerai, Pria Hancurkan Rumah
Jangan sepelekan biaya kecil, seperti parkir, kopi harian, atau transfer antarbank. Sebab, tumpukan pengeluaran kecil inilah yang kerap kali membuat isi dompet terkuras.
2. Buat Anggaran Bulanan
Cara mengatur cash flow pribadi juga bisa dengan mulai menyusun anggaran yang masuk akal menggunakan metode budgeting, seperti 50/30/20.
Artinya, 50 persen untuk kebutuhan primer, 30 persen keinginan, dan 20 persen tabungan atau investasi. Anggaran ini berfungsi sebagai kompas visual agar pengeluaran tetap terkontrol.
3. Terapkan Prinsip Prioritas
Dalam hal ini, pahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan semata. Sebaiknya, dahulukan kebutuhan utama, seperti makan, tempat tinggal, kesehatan, dan lain-lain.
Belajarlah berkata “tidak” pada pengeluaran impulsif guna menutup celah “bocor halus”. Kemudian, batasi utang konsumtif, seperti paylater untuk barang yang nilainya terus menyusut.
Baca juga : Raffi Ahmad Jalani Operasi, Unggah Foto Terbaring Di Rumah Sakit
4. Alokasikan Tabungan dan Investasi di Awal
Begitu menerima penghasilan, langsung sisihkan pos tabungan dan investasi di awal, bukan menyisakan dari apa yang belum terpakai.
Gunakan rekening terpisah dari kebutuhan harian. Apabila tersedia, maka tidak ada salahnya untuk memanfaatkan fitur autodebet agar konsisten.
Apalagi, investasi saat ini bisa dimulai dari nominal kecil, contohnya Rp10 ribuan melalui layanan Tabungan Emas Pegadaian di aplikasi Tring! by Pegadaian.
5. Siapkan Dana Darurat
Selanjutnya, yaitu sediakan dana khusus sebesar 3-6 kali total pengeluaran bulanan. Fungsi utama dana darurat ini adalah sebagai jaring pengaman saat terjadi krisis tidak terduga, misalnya jatuh sakit, perbaikan kendaraan mendadak, atau PHK sehingga tidak perlu berutang.
6. Evaluasi Cash Flow Berkala
Baca juga : Hattrick Juara Bersama Persib, Dado: Lebih dari Sekadar Mimpi
Lakukan evaluasi secara rutin untuk melihat kesesuaian antara rencana finansial dan realisasi di lapangan. Evaluasi ini membantu dalam mendeteksi pos pengeluaran mana yang membengkak sehingga bisa langsung melakukan perbaikan strategis pada bulan berikutnya.
Demikian beberapa cara mengatur cash flow pribadi yang lebih sehat. Memutus rantai “gaji numpang lewat” memang membutuhkan kedisiplinan, tetapi bukan berarti mustahil.
Pastikan untuk menjaga komitmen dalam melakukan pembenahan arus kas. Sebaiknya, jangan tunda lagi untuk mengubah sebagian dana bulanan menjadi investasi nyata.
Amankan ke dalam instrumen pelindung keuangan, seperti emas melalui produk Tabungan Emas dari Pegadaian yang menawarkan proses antiribet.
Melalui ekosistem emas digital di aplikasi Tring! by Pegadaian, aktivitas pembelian mulai dari Rp10 ribuan, gadai, jual kembali, hingga pemantauan saldo bisa dilakukan dalam satu genggaman ponsel.
Aplikasi ini telah terjamin legalitasnya karena berizin resmi dari Otoritas Jasa Keuangan. Jadi, yuk bangun aset masa depan dengan Tabungan Emas di aplikasi Tring! by Pegadaian!
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya