Dark/Light Mode

CoZi LASIK JEC Menteng, Solusi Modern Untuk Mata Minus

Jumat, 19 Juni 2026 13:07 WIB
Dokter Spesialis Mata RS Mata JEC @ Menteng, dr. Ferdiriva Hamzah, Sp.M (K) (kiri) dan dr. Devina Nur Annisa, Sp.M (K) (tengah), memaparkan perkembangan teknologi koreksi refraksi melalui CoZi LASIK. Layanan LASIK modern tersebut mengandalkan pemeriksaan komprehensif serta teknologi laser presisi untuk membantu mengoreksi mata minus, mata plus, dan mata silinder. Foto: JAR/RM.ID
Dokter Spesialis Mata RS Mata JEC @ Menteng, dr. Ferdiriva Hamzah, Sp.M (K) (kiri) dan dr. Devina Nur Annisa, Sp.M (K) (tengah), memaparkan perkembangan teknologi koreksi refraksi melalui CoZi LASIK. Layanan LASIK modern tersebut mengandalkan pemeriksaan komprehensif serta teknologi laser presisi untuk membantu mengoreksi mata minus, mata plus, dan mata silinder. Foto: JAR/RM.ID

RM.id  Rakyat Merdeka - Gangguan refraksi seperti mata minus (miopia), mata plus (hiperopia), dan mata silinder (astigmatisme) masih menjadi salah satu masalah penglihatan yang banyak dialami masyarakat. Untuk menjawab kebutuhan koreksi penglihatan yang lebih praktis, RS Mata JEC @ Menteng menghadirkan CoZi LASIK, layanan LASIK modern yang menggabungkan pemeriksaan komprehensif dan teknologi laser presisi.

CoZi LASIK dirancang untuk membantu pasien mengurangi ketergantungan terhadap kacamata maupun lensa kontak. Kehadiran layanan tersebut menjadi bagian dari upaya JEC Eye Hospitals and Clinics dalam meningkatkan edukasi masyarakat mengenai perkembangan teknologi LASIK modern.

Dokter Spesialis Mata RS Mata JEC @ Menteng, dr. Devina Nur Annisa, Sp.M (K) mengatakan, LASIK tidak hanya bertujuan memperbaiki ketajaman penglihatan, tetapi juga meningkatkan kenyamanan pasien dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Dijelaskan, penggunaan kacamata maupun lensa kontak sering kali menimbulkan kendala pada sebagian orang, terutama saat berolahraga, bepergian, atau bekerja dalam waktu lama.

“LASIK hadir sebagai salah satu pilihan koreksi refraksi yang dapat membantu pasien melihat lebih jelas dan beraktivitas lebih bebas,” ujar Devina dalam keterangan tertulisnya dikutip Jumat (19/6/2026).

Namun, dr. Devina menegaskan setiap pasien harus terlebih dahulu menjalani konsultasi dan pemeriksaan menyeluruh sebelum menjalani tindakan LASIK.

Baca juga : Prabowo dan Macron Sepakat Dorong Solusi 2 Negara untuk Palestina

“Yang terpenting adalah memastikan pasien memahami manfaat, proses, kriteria, serta potensi efek sampingnya,” katanya.

LASIK atau Laser-Assisted In Situ Keratomileusis merupakan prosedur bedah refraktif yang menggunakan teknologi laser excimer untuk membentuk ulang kornea. Dengan cara tersebut, cahaya dapat difokuskan secara tepat ke retina sehingga kualitas penglihatan menjadi lebih baik.

CoZi LASIK di RS Mata JEC @ Menteng dapat digunakan untuk membantu mengoreksi miopia, hiperopia, maupun astigmatisme. Pada kasus miopia, tindakan ini dapat menjadi pilihan bagi pasien dengan ukuran minus hingga sekitar minus 14 dioptri dan silinder hingga sekitar lima dioptri, tergantung hasil pemeriksaan dokter.

Sebelum tindakan dilakukan, pasien wajib menjalani lima tahapan pemeriksaan pra-LASIK. Pemeriksaan tersebut meliputi refraksi, pentacam, biometry, keratograph, dan fundus.

Rangkaian pemeriksaan itu bertujuan menilai kondisi kornea, struktur mata, permukaan mata, hingga kesehatan retina. Hasil pemeriksaan kemudian digunakan dokter untuk menentukan kelayakan pasien menjalani LASIK sekaligus merencanakan tindakan yang sesuai.

Dokter Spesialis Mata RS Mata JEC @ Menteng, dr. Ferdiriva Hamzah, Sp.M (K), menjelaskan keberhasilan LASIK modern sangat bergantung pada ketepatan pemeriksaan awal dan dukungan teknologi yang digunakan.

Baca juga : Kepala Prodi Atma Jaya Teliti Pengaruh Musik Pada Perilaku Manusia

“Pemeriksaan pra-LASIK menjadi fondasi yang sangat penting untuk menilai apakah pasien merupakan kandidat yang tepat,” ujarnya.

Menurut dia, CoZi LASIK didukung kombinasi teknologi Ziemer Femto LDV Z4 dan Alcon WaveLight Allegretto EX500. Ziemer Femto LDV Z4 digunakan untuk membuat flap kornea menggunakan femto laser tanpa pisau mekanik, sehingga prosesnya lebih presisi dan nyaman.

Sementara Alcon WaveLight Allegretto EX500 merupakan excimer laser berkecepatan tinggi yang dilengkapi sistem pelacakan gerakan mata atau eye tracker secara real-time.

“Teknologi ini membantu menghadirkan prosedur yang presisi, cepat, nyaman, dan konsisten,” kata dr. Ferdiriva.

Dia menjelaskan sistem eye tracker mampu memantau pergerakan mata selama tindakan berlangsung sehingga akurasi laser tetap terjaga.

Secara umum, prosedur LASIK berlangsung relatif singkat, yakni sekitar 10 hingga 20 menit untuk kedua mata. Tahapannya meliputi pemberian obat tetes anestesi, pembuatan flap kornea, pembentukan ulang kornea menggunakan laser excimer, serta reposisi flap tanpa jahitan.

Baca juga : Komisi IX DPR Janji, UU Ketenagakerjaan Untungkan Buruh dan Pengusaha

Setelah tindakan, pasien diwajibkan mengikuti petunjuk dokter, termasuk menggunakan obat tetes mata sesuai anjuran dan menghindari aktivitas tertentu selama masa pemulihan awal.

Meski dikenal memiliki tingkat efektivitas tinggi, JEC menegaskan tidak semua orang dapat menjalani LASIK. Kandidat ideal umumnya berusia minimal 18 hingga 20 tahun, memiliki ukuran kacamata yang stabil setidaknya selama satu tahun terakhir, serta memiliki ketebalan kornea yang mencukupi.

Selain itu, pasien tidak boleh memiliki infeksi mata berat, gangguan retina, glaukoma, maupun mata kering berat. Wanita yang sedang hamil juga tidak disarankan menjalani LASIK karena perubahan hormonal dapat memengaruhi stabilitas ukuran mata.

Melalui CoZi LASIK, JEC berharap masyarakat memiliki pilihan koreksi refraksi yang lebih modern dan nyaman. Dengan dukungan pemeriksaan menyeluruh serta teknologi terkini, layanan tersebut diharapkan dapat membantu pasien memperoleh kualitas penglihatan yang lebih baik dan menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih praktis.

JEC Eye Hospitals and Clinics sendiri telah beroperasi selama lebih dari 42 tahun dan kini memiliki 16 cabang layanan kesehatan mata di berbagai wilayah Indonesia. Pada 2026, JEC juga meraih penghargaan Healthcare Asia Awards untuk kategori Clinical Service Initiative of the Year – Indonesia dan Specialty Clinic of the Year (Ophthalmology) – Indonesia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.