Dark/Light Mode

Manage Engine Bantu Hadapi Ancaman Siber Lewat Respons Keamanan Terintegrasi

Selasa, 23 Juni 2026 13:30 WIB
Vice President ManageEngine, Manikandam Thangaraj. (Foto: Dok. Manage Engine)
Vice President ManageEngine, Manikandam Thangaraj. (Foto: Dok. Manage Engine)

RM.id  Rakyat Merdeka - ManageEngine, divisi dari Zoho Corporation dan penyedia solusi manajemen TI enterprise, mengumumkan pembaruan terbaru untuk Log360, platform operasi keamanan terpadu miliknya.

Rilis terbaru ini menghadirkan kemampuan security orchestration (pengelolaan keamanan yang terintegrasi), automation, and response (SOAR), tujuh integrasi keamanan baru, serta fitur orkestrasi lintas domain yang memungkinkan perusahaan mengelola proses deteksi, investigasi, dan respons ancaman berbasis AI dari satu platform.

Pembaruan ini hadir di tengah meningkatnya kompleksitas ancaman siber operasi keamanan yang lebih terhubung dan responsif, guna mempercepat penanganan insiden sekaligus mengurangi beban operasional tim TI dan keamanan.

Meningkatnya volume ancaman siber, bertambahnya jumlah sistem yang harus diamankan, serta tuntutan respons yang semakin cepat mendorong organisasi untuk mengadopsi pendekatan keamanan yang lebih otomatis dan terintegrasi.

Menurut Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Indonesia mencatat 5,5 miliar percobaan serangan siber pada 2025, meningkat signifikan dibandingkan rata-rata tahunan pada periode 2020 hingga 2024.

Sementara itu, Anti-Scam Center (IASC) yang dibentuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan total kerugian akibat penipuan mencapai 9,1 triliun sejak dibentuk pada November.

Baca juga : Hadapi Ancaman El Nino, Menteri PU Perkuat Irigasi Dan Pasokan Air

Meningkatnya ancaman siber beriringan dengan kompleksitas lingkungan TI yang terus bertambah. Di saat tim keamanan harus memantau ribuan sistem, aplikasi, dan infrastruktur secara bersamaan, proses investigasi dan respons yang masih terfragmentasi sering kali memperlambat penanganan insiden dan meningkatkan risiko terhadap kelangsungan operasional bisnis.

"Perusahaan saat ini membutuhkan lebih dari sekadar penambahan alat keamanan, mereka membutuhkan solusi yang dapat menghubungkan deteksi, investigasi, dan respons ancaman dalam satu platform yang mudah digunakan," ujar Vice President ManageEngine, Manikandam Thangaraj dalam keterangannya, Selasa (23/6/2026).

Ia menambahkan, dengan menggabungkan kemampuan kecerdasan buatan, otomatisasi dan respon dalam satu platform, perusahaan dapat mempercepat penanganan ancaman sekaligus mengurangi beban operasional tim TI dan keamanan."

Di banyak organisasi, proses deteksi, investigasi, dan respons insiden masih melibatkan berbagai alat keamanan yang bekerja secara terpisah.

Melalui kemampuan Native SOAR yang kini terintegrasi di Log360, berbagai tahapan tersebut dapat dikelola dalam satu alur kerja yang lebih terhubung.

Saat aktivitas mencurigakan terdeteksi, platform ini dapat mengoordinasikan serangkaian tindakan, mulai dari pemanfaatan threat intelligence, pembuatan tiket insiden, pemberian notifikasi kepada tim keamanan, hingga tindakan respons seperti isolasi perangkat dan penonaktifan akun yang terindikasi terdampak.

Baca juga : PTPN Group Dorong Budaya Hidup Sehat Lewat Donor Darah dan Health Talks

Rilis terbaru ini juga menghadirkan tujuh integrasi keamanan baru yang memperluas konektivitas Log360 dengan berbagai solusi keamanan yang digunakan organisasi.

Pembaruan ini juga menambahkan tujuh integrasi baru dengan solusi keamanan dan manajemen identitas yang banyak digunakan, sehingga organisasi dapat membangun proses respons insiden yang lebih terhubung tanpa harus berpindah-pindah platform atau melakukan investigasi secara terpisah-pisah (silo).

Log360 menghadirkan empat kemampuan utama yang dirancang untuk membantu organisasi mengotomatiskan dan mempercepat operasi keamanan dari ujung ke ujung:

Template otomatisasi siap pakai sejak hari pertama: Perusahaan dapat segera menerapkan alur kerja keamanan menggunakan template otomatisasi dan playbook yang sudah tersedia tanpa harus membangunnya dari awal.

Untuk kebutuhan yang lebih kompleks, alur kerja dapat disesuaikan melalui Zoho Qntrl, Python, atau Deluge agar sesuai dengan kebutuhan operasional dan kewajiban regulasi tertentu.

Respons otomatis di seluruh ekosistem keamanan: Melalui satu alur kerja otomatis, perusahaan dapat mengisolasi perangkat yang terinfeksi, menonaktifkan akun yang disusupi, membuat tiket insiden, dan menjalankan tindakan respons di berbagai sistem keamanan tanpa perlu koordinasi manual antartim.

Baca juga : Askrindo Syariah Dorong Penguatan Literasi Lewat Penjaminan Pembiayaan Syariah

Respon insiden berbasis konteks Peringatan secara otomatis diperkaya dengan threat intelligence dan konteks aset, sehingga tim keamanan dapat menilai risiko lebih cepat, memprioritaskan insiden dengan lebih efektif, dan mengambil tindakan secara lebih tepat dan percaya diri.

Visibilitas terpadu untuk endpoint, identitas, dan cloud: Aktivitas endpoint, identitas pengguna, dan lingkungan cloud kini dapat dipantau dalam satu konsol terpusat untuk membantu perusahaan melacak dan menangani ancaman secara lebih efisien dan menyeluruh.

Di tengah ancaman siber yang terus berkembang, pertanyaannya bukan lagi apakah organisasi perlu mempercepat deteksi dan respons insiden, melainkan seberapa siap mereka melakukannya dalam skala yang semakin besar dan kompleks.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.