Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Anis Matta Peringatkan Ancaman Krisis Pupuk Akibat Konflik Timur Tengah
Sabtu, 30 Mei 2026 22:33 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Konflik geopolitik di Timur Tengah dinilai tidak hanya mengancam stabilitas energi dunia, tetapi juga berpotensi memicu krisis pangan global.
Wakil Menteri Luar Negeri RI sekaligus Ketua Umum Partai Gelora, Anis Matta, memperingatkan ancaman paling serius dari konflik Amerika Serikat, Israel, dan Iran justru terletak pada terganggunya distribusi pupuk dunia.
Menurut Anis, kawasan Asia dengan populasi lebih dari empat miliar jiwa sangat bergantung pada jalur distribusi internasional yang melewati Selat Hormuz dan Laut Merah, termasuk untuk kebutuhan pupuk. Jika jalur tersebut terganggu akibat perang berkepanjangan, ancaman kelaparan bisa menjadi kenyataan.
Baca juga : Iwakum Minta Pemerintah Pastikan Keselamatan Jurnalis RI yang Ditahan Israel
“Saya suka mengatakan kepada teman-teman di Timur Tengah, Anda berperang, kami yang rugi,” ujar Anis dalam sebuah program televisi nasional, Jumat (30/5/2026).
Ia mengatakan, Indonesia juga berpotensi menghadapi persoalan serius terkait pasokan pupuk apabila konflik terus meluas.
“Indonesia nanti akan punya masalah pupuk dan masalah pupuk ini akan menjadi masalah semua negara di kawasan Asia,” lanjutnya.
Baca juga : Purbaya: Pemerintah Siapkan Anggaran Besar Untuk Perkuat Pertahanan
Mengantisipasi ancaman tersebut, pemerintah Indonesia disebut tengah aktif menjajaki kerja sama investasi pupuk dengan sejumlah negara penghasil fosfat. Langkah itu dinilai penting untuk memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah ketidakpastian global.
“Itu sebabnya pemerintah Indonesia sekarang ini berusaha mengejar terus sisi keamanan pangan ini sebagai instrumen utama untuk survive sebagai bangsa. Saya dari Laos kemarin yang kita mau bantu ini adalah kerja sama investasi soal pupuk. Juga dengan negara-negara di Timur Tengah seperti Jordan, Maroko, Aljazair dan negara-negara Timur Tengah yang punya fosfat,” paparnya.
Pernyataan Anis mendapat perhatian dari Ketua DPW Partai Gelora Riau, Iskandar. Menurutnya, daerah seperti Riau yang mengandalkan sektor perkebunan dan pertanian akan menjadi wilayah paling terdampak jika rantai pasok pupuk global terganggu.
Baca juga : GREAT Institute: Pertumbuhan Manufaktur dan Kontraksi Listrik Tidak Bertentangan
“Peringatan soal ancaman pupuk ini penting untuk diperhatikan serius, terutama bagi daerah seperti Riau yang bergantung pada sektor pertanian dan perkebunan. Kalau rantai pasok pupuk global terganggu, petani kita yang pertama kena dampaknya,” kata Iskandar.
Ia juga meminta pemerintah daerah dan pelaku usaha pertanian mulai menyiapkan langkah antisipasi sebelum krisis benar-benar terjadi. Diversifikasi sumber pupuk hingga penguatan cadangan lokal dinilai menjadi langkah penting menghadapi situasi global yang tidak menentu.
“Ini bukan isu luar negeri yang jauh dari keseharian kita. Konflik di Timur Tengah itu ujungnya sampai ke harga pupuk di tingkat petani. Pemerintah daerah dan pusat harus duduk bersama memikirkan langkah konkret sebelum krisisnya benar-benar datang,” tegasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya