Dewan Pers

Dark/Light Mode

Merawat Kecantikan Diri Bisa Dilakukan Tanpa Merusak Lingkungan

Selasa, 4 Agustus 2020 17:44 WIB
Beauty and Personal Care Director PT Unilever Indonesia Tbk Ira Noviarti/Ist
Beauty and Personal Care Director PT Unilever Indonesia Tbk Ira Noviarti/Ist

RM.id  Rakyat Merdeka - Merek produk perawatan tubuh Love Beauty and Planet sejak tahun lalu diluncurkan senantiasa berkontribusi terhadap bumi dan kecantikan. Menghadirkan rangkaian produk terbaru, merek usaha di bawah PT Unilever Indonesia Tbk ini memilih sampah plastik dari pesisir laut sebagai kemasan (ocean-bound plastic) demi mengurangi pencemaran laut.

Beauty and Personal Care Director PT Unilever Indonesia Tbk Ira Noviarti mengatakan, melakukan perawatan kecantikan diri dapat dilakukan tanpa harus merusak bumi. 

Oleh karena itu, pihaknya menghadirkan seluruh botol kemasan Love Beauty and Planet dapat didaur ulang. Hal ini untuk mendukung komitmen jangka panjang Unilever membuat 100 persen kemasan plastik yang diproduksi menjadi recyclable, compostable atau reusable.

“Di tengah keresahan terhadap permasalahan sampah plastik yang berakhir di lautan, beauty enthusiasts di berbagai belahan dunia mulai bergerak mempopulerkan tren ‘Blue Beauty’, yaitu sebuah gerakan untuk menggunakan produk personal care yang berkomitmen terhadap kelestarian laut dan ekosistemnya,” jelas dia.

Berita Terkait : Bangkitkan Lagi Pariwisata Bali Protokol Kesehatan Harga Mati

“Tren ini menekankan pentingnya penggunaan bahan alami secara inovatif serta bahan kemasan yang mudah terurai, dapat didaur ulang atau terbuat dari hasil daur ulang sehingga life cycle-nya tidak mencemari lingkungan laut,” tambahnya.

Love Beauty and Planet ‘Clean Oceans Edition’ sebagai produk personal care pertama di Indonesia yang menggunakan teknologi kemasan daur ulang dari limbah plastik di pesisir, sejalan dengan tren Blue Beauty yang sering disebut sebagai the new sustainable beauty movement for 2020.

Love Beauty and Planet juga mendukung gerakan untuk menciptakan ekosistem laut yang lebih baik dengan menanam 2.000 coral, atau terumbu karang, di laut Indonesia.

Sampah plastik masih menjadi tantangan yang dihadapi Indonesia dan dunia, terutama yang berakhir di lautan. 

Berita Terkait : Percantik Kinerja Industri Komestik, Ini Yang Dilakukan Kemenperin

Di Indonesia, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyebut bahwa sampah di kawasan pesisir Indonesia didominasi oleh plastik sebanyak 36-38 persen, dan menjadi ancaman besar bagi kerusakan ekosistem laut.

Jika tidak diatasi, diprediksi limbah sampah plastik di laut secara global dapat meningkat hingga 300 persen dalam rentang waktu 2010 hingga 2050, bahkan jumlahnya dapat melebihi ikan di lautan. Untuk mengatasi masalah ini, semua pihak bisa berperan membuat perubahan, termasuk para beauty enthusiasts sebagai konsumen dari produk-produk personal care.

Love Beauty and Planet bekerja sama dengan Yayasan Carbon Ethics Indonesia. Mereka akan mengonversikan penjualan produk Oceans Cleans Edition menjadi bentuk donasi untuk menanam 2.000 terumbu karang baru di Taman Nasional Kepulauan Seribu.

Co-founder Yayasan Carbon Ethics Indonesia Agung Bimo Listyanu mengatakan, terumbu karang memiliki peranan sangat penting untuk kehidupan di bumi. Selain merupakan penunjang 25 persen kehidupan laut, baik sebagai habitat dan sumber makanan biota laut lainnya, terumbu karang juga berperan melindungi masyarakat pesisir dari terjangan ombak.

Berita Terkait : Langkah PT MRT Semoga Bisa Ditiru Perusahaan Lain

Terumbu karang juga mengurangi tingkat pemanasan global karena mempunyai kemampuan menyerap karbon diokosida.

“Kami menyambut baik inisiatif Love Beauty and Planet sebagai bagian dari industri kecantikan untuk mendukung konservasi terumbu karang demi terciptanya bumi Indonesia yang lebih baik,” tandas Agung. [MER]