Dark/Light Mode

Hobi Jajan? Waspada 3 Jenis Bahan Berbahaya Pada Pangan

Rabu, 26 Mei 2021 13:54 WIB
Ilustrasi cilok (Foto: Istimewa)
Ilustrasi cilok (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Tak ada yang salah dengan hobi jajan, sepanjang yang dibeli adalah makanan yang dapat menunjang kesehatan dan membangun daya tahan tubuh.

Hindari jajanan yang cuma bikin lidah bergoyang, tapi berdampak buruk bagi kesehatan tubuh.

Terkait hal ini, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menjelaskan jenis zat berbahaya yang ada pada produk pangan yang banyak beredar, penyalahgunaannya, serta ciri-ciri pangan yang mengandung zat berbahaya tersebut. Berikut uraiannya:

1. Formalin

Baca Juga : Tok! Arab Saudi Batasi Penggunaan Speaker Masjid

Formalin adalah cairan tak berwarna, mudah larut di dalam air dan alkohol, serta berbau menyengat.

Formalin biasa digunakan sebagai bahan perekat untuk kayu lapis, desinfektan peralatan rumah sakit, dan pengawet mayat.

Penyalahgunaan formalin.

Formalin kerap disalahgunakan pada bahan pangan seperti mie basah, tahu, daging/ikan segar, ikan kering/ikan asin.

Baca Juga : PGN Dan Pertamina Bangun Infrastruktur LNG Kilang Cilacap

Ciri-ciri bahan pangan yang mengandung formalin:

a. Mie basah: tidak lengket, tidak mudah putus, berbau khas formalin. Serta bertahan lebih dari satu hari pada suhu ruang/suhu kamar.

b. Tahu: berbau khas formalin, tidak mudah hancur, dan bertahan lebih dari satu hari pada suhu ruang/suhu kamar.

c. Ikan asin, ikan segar, daging ayam segar Tidak dihinggapi lalat, berbau khas formalin

Baca Juga : Jiwasraya-Asabri Ganggu Roda Ekonomi Perusahaan Ini

Bahaya formalin

Menyebabkan iritasi saluran pernapasan, memicu reaksi alergi, merusak fungsi hati, jantung, otak, ginjal, dan saraf. Konsumsi jangka panjang dapat mengakibatkan kanker.
 Selanjutnya