Dark/Light Mode

Penting, Jaga Kecukupan Hidrasi Ibu Hamil Dan Menyusui

Minggu, 19 September 2021 22:50 WIB
Guru Besar Fakultas Kedokteran UI Prof Budi Wiweko (Foto: Istimewa)
Guru Besar Fakultas Kedokteran UI Prof Budi Wiweko (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Air memiliki peran sangat penting bagi tubuh, apalagi bagi ibu di masa kehamilan dan menyusui. Sayangnya, 2 dari 5 ibu hamil dan 1 dari 2 ibu menyusui di Indonesia tercatat belum tercukupi kebutuhan minum hariannya.
 
Data ini menunjukkan bahwa pemenuhan kebutuhan hidrasi atau air minum bagi ibu di masa kehamilan dan menyusui masih sering terlupakan. Padahal, di masa tersebut, justru kebutuhan cairan semakin meningkat untuk menunjang masa kehamilan yang sehat serta kualitas dan kuantitas air susu ibu (ASI).
 
Hal itu disampaikan Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof Budi Wiweko, pada Konferensi Daring Obstetri dan Ginekologi yang diselenggarakan Departemen Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, secara virtual, Minggu (19/9).
 
Ia menerangkan, pada masa kehamilan, kandungan air pada ibu hamil akan meningkat dari 6 liter (l) menjadi 8 l. Selain itu, volume darah akan meningkat sekitar 40-50 persen. Dibutuhkan juga 500 mililiter (ml)- 1.500 ml cairan untuk pembentukan air ketuban serta sekitar 500 ml cairan untuk mendukung fungsi plasenta.
 
"Sementara itu, pada masa menyusui, 87-90 persen ASI terdiri dari air. Jadi, kecukupan hidrasi akan sangat berpengaruh pada kualitas dan kuantitasnya dan secara langsung akan berdampak pada status hidrasi bayi," kata Prof Budi.
 
Menurut dia, ibu hamil dan menyusui yang kurang konsumsi air dan mengalami dehidrasi akan menunjukkan gejala seperti sakit kepala, sembelit, sulit konsentrasi, mudah mengantuk, lemas, mulut kering, dan produksi ASI akan berkurang. Jika minum lebih banyak air, dapat mengurangi keluhan mual dan muntah, konstipasi, infeksi saluran kemih, serta risiko penyakit kronis seperti diabetes, penyakit jantung dan penyakit ginjal selama masa kehamilan.
 
Tidak kalah pentingnya, konsumsi air yang cukup juga akan berpengaruh pada kondisi janin. Kondisi hidrasi ibu yang baik akan mendukung proses sirkulasi janin dan membantu proses produksi cairan ketuban. "Cairan ketuban yang cukup akan mengurangi potensi bayi lahir prematur, cacat bawaan, dan bayi lahir dengan berat badan rendah,” tambahnya.
 Selanjutnya