Dewan Pers

Dark/Light Mode

Meditasi, Kunci Atasi Kecemasan Dan Stres Di Masa Pandemi

Selasa, 26 Oktober 2021 18:55 WIB
Managing director & In-house practitioner The Golden Space Indonesia, Silvia Basuki. (Foto: Ist)
Managing director & In-house practitioner The Golden Space Indonesia, Silvia Basuki. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pandemi Covid-19 memberikan dampak besar pada kesehatan mental banyak orang. Termasuk, kesejahteraan emosional, psikologis, dan sosial.

Banyak masyarakat menghadapi tantangan yang bisa menimbulkan stres berlebihan, dan menyebabkan emosi yang sulit untuk dikontrol.

Dampak stres ini dapat membuat kita merasa terisolasi dan kesepian, sehingga bisa menimbulkan rasa cemas, bahkan depresi.

Berita Terkait : KPK Selidiki Dugaan Korupsi Pembangunan Toilet Di Bekasi

Salah satu cara untuk menjaga kesehatan mental adalah melalui meditasi. Cara ini cocok untuk merefleksikan diri dan berelaksasi di tengah kesibukan yang begitu padat.

Merespons situasi, The Golden Space Indonesia sebagai salah satu lembaga yang menghadirkan kelas-kelas transformasi, meditasi, dan penyembuhan, kembali menggelar ALIVE Fest  secara virtual pada hari akhir pekan ini.

Acara yang memasuki tahun keempat itu merupakan gelaran festival meditasi urban terbesar di Indonesia yang digelar untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai kesehatan mental, emosional, dan fisik beserta cara meningkatkannya melalui metodologi integratif, seperti meditasi.

Berita Terkait : Mentan Syahrul Ajak Petani Pacu Produksi Pangan Di Masa Pandemi

Tujuan ALIVE untuk mentransformasi masyarakat luar lewat 5 pilar kehidupan, yaitu Abundance Wealth, Loving Relationship, Inspiring Work, Vibrant Health dan Empowering Earth.

Menurut Managing Director di The Golden Space Indonesia Silvia Basuki, pandemi Covid-19 menyebabkan kasus isu kesehatan fisik dan psikologis meningkat pesat.

"Karena masyarakat tidak hanya mencemaskan kemungkinan terpapar virus, tetapi juga dihadapkan pada ketidakpastian dalam hampir seluruh aspek kehidupan," ujarnya, Selasa (26/10).

Berita Terkait : Lewat Kolaborasi, Sovlo Ubah Krisis Jadi Peluang Di Masa Pandemi

Ia menambahkan, kondisi bisnis dan ekonomi, lapangan kerja, kesehatan, pendidikan, kondisi masa depan yang sulit diprediksi, serta tuntutan untuk bertahan selama pandemi berdampak nyata pada meningkatnya stres, kecemasan, dan frustasi di masyarakat.

Diharapkan, orang-orang yang telah mengikuti kelas-kelas dalam ALIVE Fest bisa hidup jauh lebih positif dibandingkan sebelumnya dan lebih peka terhadap kesehatan mental.

"Melalui ALIVE Fest, kami berharap bisa membantu masyarakat mengembalikan dan merawat energi positif di tengah pandemik sehingga kita bisa tetap menjalani hidup dengan penuh cinta dan semangat dan bahkan meningkatkan kualitas," tambahnya.
 Selanjutnya