Dewan Pers

Dark/Light Mode

Walkot Arief Pantau Pembongkaran Rumah Di Maulana Hasanudin

Selasa, 16 Nopember 2021 17:28 WIB
Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah saat memantau pembongkaran rumah di Jalan Maulana Hasanudin, yang menjorok ke tengah jalan. (Foto: Dok. Pemkot Tangerang)
Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah saat memantau pembongkaran rumah di Jalan Maulana Hasanudin, yang menjorok ke tengah jalan. (Foto: Dok. Pemkot Tangerang)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemkot Tangerang membongkar rumah seluas 97 meter persegi, di Jalan Maulana Hasanudin, yang telah lama berdiri dengan menjorok ke tengah jalan. Pembongkaran dilakukan untuk memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat. Termasuk terkait kenyamanan dalam pelebaran jalan.

Pembongkaran ini disaksikan langsung Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah. “Alhamdulillah sudah ada keputusan, pemilik rumah sudah berbesar hati sepakat rumahnya dibongkar untuk kepentingan masyarakat umum," ujar Arief, di lokasi pembongkaran, Selasa (16/11).

Berita Terkait : PMI Dapat Bantuan Alat Penanganan Covid-19 Dari Belanda

Arief menerangkan, pembongkaran rumah ini ditujukan untuk kepentingan bersama. Untuk kenyamanan masyarakat Kota Tangerang yang melintas di Jalan Maulana Hasanudin.

"Dengan dibongkarnya rumah tersebut, kita doakan mudah-mudahan menjadi berkah untuk pemilik rumah dan keluarganya serta memberikan kenyamanan masyarakat dalam melakukan aktivitas yang menggunakan jalan ini," terang Arief.

Berita Terkait : Gandeng Baznas, PBNU Mau Bangun Rumah Sehat Di Jakarta Pusat

Soal ganti rugi, Arief menjelaskan, kesepakatan antara pemilik rumah dengan Pemerintah Kota Tangerang sudah dalam proses konsinyasi pengadilan. "Terkait ganti ruginya, sudah berproses di pengadilan. Sudah kita serahkan ke pengadilan. Mudah-mudahan bisa cepat selesai. Pembongkaran ini juga sudah mendapat izin dari pengadilan, jadi kita bongkar," jelas Arief.

Selain itu, Arief ungkapkan, Pos Jaga dan Gardu Stasiun Kereta Api Poris yang berdekatan dengan lokasi pembongkaran rumah akan dilakukan relokasi. “Untuk yang stasiun juga kita sudah komunikasi dengan pihak Kereta Api. Gardu Kereta Api nanti bakal mundur agar bisa lebih lebar jalannya. Kemungkinan di awal tahun pengerjaannya," pungkas Arief. [USU]