Dewan Pers

Dark/Light Mode

Data Pengangguran AS Naik, Rupiah Perkasa

Senin, 8 Nopember 2021 09:44 WIB
Rupiah dan dolar AS. (Foto: ist)
Rupiah dan dolar AS. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pagi ini nilai tukar rupiah dibuka menguat 0,06 persen di level Rp 14.322 per dolar AS dibanding perdagangan Jumat (5/11) di level Rp 14.331 per dolar AS.

Mayoritas mata uang Asia juga menguat terhadap dolar AS. Baht Thailand naik 0,34 persen, ringgit Malaysia menguat 0,09 persen, peso Filipina melesat 0,05 perse dan won Korea Selatan stagnan.

Berita Terkait : Mantapkan Peran Sebagai Bank Global, BNI Optimalkan Program KAMI

Indeks dolar AS terhadap enam mata uang saingannya naik 0,01 persen ke level 94,325. Sementara pergerakan nilai tukar rupiah terhadap euro menguat 0,39 persen ke level Rp 16.557, terhadap poundsterling Inggris juga menguat 0,42 persen ke level Rp 19.308, dan terhadap dolar Australia naik 0,42 persen ke level Rp 10.586.

Analis Pasar Uang, Ariston Tjendra mengatakan, pergerakan rupiah dipengaruhi sentimen rilis data ketenagakerjaan AS yang meningkat dari 312 ribu pada September menjadi 531 ribu pada Oktober 2021.

Berita Terkait : Pria India Bantu Sang Istri Nikahi Kekasih

Tak hanya menguat, tingkat pengangguran di negeri Paman Sam pun turun pada bulan lalu. Bahkan, mencapai level terendah selama pandemi Covid-19.

“Nilai tukar rupiah mungkin masih bisa melemah hari ini karena membaiknya data tenaga kerja AS yang membuka peluang pengetatan kebijakan moneter AS lebih lanjut," jelas Ariston di Jakarta, Senin (8/11).

Berita Terkait : Digebuk Tapering The Fed, Rupiah Sempoyongan

Selain itu, belum ada sentimen baru dari dalam negeri bagi mata uang Garuda usai rilis pertumbuhan ekonomi sebesar 3,51 persen pada kuartal III-2021.

Ia memproyeksi, sepanjang hari ini rupiah akan berbalik melemah di kisaran Rp 14.300 sampai Rp 14.400 per dolar AS. [DWI]