Dark/Light Mode

Kejar Target, Pemkot Jaksel Gelar Vaksinasi Anak Di Sabtu-Minggu

Jumat, 7 Januari 2022 20:55 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat meninjau vaksinasi anak usia 6-11 tahun. (Foto: Twitter @aniesbaswedan)
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat meninjau vaksinasi anak usia 6-11 tahun. (Foto: Twitter @aniesbaswedan)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Kota Jakarta Selatan (Pemkot Jaksel) terus mengejar target vaksinasi anak di wilayahnya. Hingga kini, vaksinasi anak usia 6-11 tahun di Jaksel sudah mencapai 56 persen dari target 242 ribu anak. 

"Masih cukup banyak yang kami kejar," kata Wali Kota Jakarta Selatan Munjirin, saat meninjau vaksinasi usia 6-11 tahun, di SD Bakti Mulya 400, Jakarta Selatan, Jumat (7/1).

Untuk mencapai target, kata Munjirin, pada Sabtu dan Minggu pun vaksinasi anak usia 6-11 tahun tetap dilakukan. Penyuntikan digelar di sekolah maupun tempat-tempat lainnya.

Baca juga : Sharp Indonesia Gelar Vaksinasi Sekitar 1.000 Anak SD di Gresik

Ia mengingatkan dan mengajak peran serta seluruh elemen masyarakat ikut berperan aktif menyukseskan vaksinasi usia 6-11 tahun. Tanpa peran serta semua pihak, kata Munjirin, target vaksinasi anak akan sulit tercapai.

"Pemerintah tidak dapat melaksanakan tanpa keterlibatan pihak lain baik instansi pemerintah, swasta, maupun organisasi masyarakat," tegas Munjirin.

Dia mengapresiasi pelaksanaan vaksinasi di SD Bakti Mulya 400. Sebab, kegiatan yang terselenggara atas kolaborasi SD Bakti Mulya 400 dengan pihak lain ini juga sebagai bentuk dukungan menyukseskan program Pemerintah dalam mencegah penyebaran Covid-19.

Baca juga : Sekolah Tatap Muka Aman Jika Sudah Vaksinasi Lengkap

Munjirin mengklaim, belum ada laporan anak usia 6-11 di Jaksel mengalami gejala sakit setelah melaksanakan vaksinasi Covid-19. "Selama ini kami belum ada laporan, semua normal saja," terangnya.

Munjirin menuturkan, pihaknya juga belum mendapati kendala berarti sepanjang pelaksanaan vaksinasi anak yang digelar sejak Senin 14 Desember 2021. Sejauh ini, pelaksanaan vaksinasi memerlukan pengawasan ketat pada proses verifikasi awal karena harus mendapat pendampingan dari orang tua siswa.

"Karena takutnya yang dikeluarkan jawaban anak itu tidak menggambarkan kehidupan kesehatan sesungguhnya tiap hari," ujar dia. Karena itu, orang tua maupun keluarga harus menjawab seluruh pertanyaan yang diajukan tenaga kesehatan sebelum anaknya divaksinasi. [DRS]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.