Dewan Pers

Dark/Light Mode

Pentingnya Peran Orang Tua

Syukur, Peminat Vaksinasi Anak Semakin Meningkat

Rabu, 22 Desember 2021 07:10 WIB
Ilustrasi vaksinasi Covid-19 untuk anak usia 6-11 tahun. (Foto: Antara/Aji Styawan)
Ilustrasi vaksinasi Covid-19 untuk anak usia 6-11 tahun. (Foto: Antara/Aji Styawan)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah berharap vaksinasi Covid-19 untuk anak usia 6-11 tahun mendukung terciptanya kekebalan komunal atau herd immunity. Karena itu, peran orang tua sangat penting untuk melindungi keluarganya.

Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Maxi Rein Rondonuwu mengatakan, pelaksanaan vaksin untuk anak telah dimulai dari wilayah dengan cakupan vaksinasi dosis pertama di atas 70 persen dan vaksinasi lansia di atas 60 persen. Kick off dilakukan di 115 kabupaten/kota, dan akan terus bertambah.

Berdasarkan pantauan, dalam seminggu terakhir, sudah lebih dari 500 ribu anak yang tervaksinasi. Jumlah itu masih jauh dari sasaran yang ditetapkan, yakni 26,5 juta anak.

Berita Terkait : Dijagokan Lembaga Survei, Demokrat: Lecutan Semangat Berkoalisi Dengan Rakyat

“Ini baru minggu pertama dan peminatnya semakin banyak. Diharapkan akan berjalan lancar ke depannya. Karena itu, peran orang tua sangat diperlukan,” ujar Maxi saat diskusi virtual, kemarin.

Orang tua harus memahami, tujuan vaksinasi adalah demi mencegah masuknya virus. Banyak penyakit yang dapat dicegah dengan vaksinasi. Bila sakit bisa dicegah, otomatis kematian juga bisa dicegah.

“Vaksinasi anak sekolah, maka saat dia pulang ke rumah, maka aman, terutama jika ada kakek nenek di rumah. Apalagi saat ini sudah ada Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas. Jadi, lebih baik anak-anak divaksinasi,” tuturnya.

Berita Terkait : BI: Penyaluran Kredit Baru Meningkat

Vaksin yang digunakan untuk anak adalah vaksin Sinovac yang sudah mendapat izin penggunaan darurat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan disetujui Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI).

Vaksinasi anak itu dilakukan di sejumlah fasilitas layanan kesehatan, seperti Puskesmas, rumah sakit, juga sejumlah sentra vaksinasi. Termasuk sekolah.

Dalam hal ini Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Teknologi serta dengan Kementerian Agama, untuk sekolah berbasis keagamaan dan yayasan-yayasan.
 Selanjutnya