Dewan Pers

Dark/Light Mode

Capek Nunggu Realisasi Pemprov DKI

Warga Cipinang Besar Patungan Bikin Taman

Rabu, 27 April 2022 07:30 WIB
Sejumlah bocah dengan mengenakan masker bermain di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Si Pitung, kawasan Rusunawa Marunda, Jakarta Utara, Selasa (15/3/2022). (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/nym).
Sejumlah bocah dengan mengenakan masker bermain di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Si Pitung, kawasan Rusunawa Marunda, Jakarta Utara, Selasa (15/3/2022). (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/nym).

RM.id  Rakyat Merdeka - Inisiatif warga Cipinang Besar Selatan, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, layak ditiru. Mereka membangun taman dengan biaya swadaya masyarakat alias patungan. Tak hanya mempercantik pemukiman, keberadaannya memperkuat interaksi sosial.

WARGA Rukun Warga (RW) 01 Kelurahan Cipinang Besar Selatan, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, sudah lama ingin memiliki taman. Tapi, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tidak kunjung mewujudkannya.

“Karena capek menunggu, akhirnya warga membuat taman di lahan kosong. Warga menamainya Taman Pakuwojo,” ungkap Ketua Umum Paguyuban Jawa Tengah (PJT) dan Perkumpulan Keluarga Besar Purworejo (Pakuwojo), Leles Sudarmanto dalam keterangannya, Senin (25/4).

Berita Terkait : Warga DKI Berharap Anies Tinggalkan Kenangan Manis

Ditegaskannya, taman ini tidak permanen. Bisa dibongkar pasang untuk memfasilitasi berbagai kegiatan warga. Menurut Leles, Taman Pakuwojo sangat membantu warga sebagai tempat melakukan banyak aktivitas. Seperti berolahraga, santai, bermain, dan kegiatan lainnya.

Sehari-hari Taman Pakuwojo ramai dikunjungi anak-anak. Mereka sangat suka bermain di sana. Apalagi di taman tersebut tersedia berbagai fasilitas permainan, seperti komedi putar, perosotan dan ayunan.

Ketua Umum Pakuwojo, Zainal Arifin menerangkan, Taman Pakuwojo berdiri di atas lahan seluas 400 meter persegi. Lapangan olahraga didesain dengan konsep taman. Sehingga, di setiap pagar ditanami beragam pohon buah-buahan.

Berita Terkait : Tsamara Amany Pastikan Tidak Pindah Partai

“Taman juga dilengkapi aula yang bisa digunakan untuk sarana warga berinteraksi,” katanya.

Menurut Zainal, Taman Pakuwojo juga dimanfaatkan sebagai sarana berkumpul warga. Misalnya, untuk kegiatan keagamaan pada bulan Ramadan seperti salat tarawih dan tadarus Al Quran.

“Di taman ini juga kami siapkan tempat untuk melestarikan kebudayaan tradisional seperti pentas wayang kulit dan lainnya,” ujarnya.
 Selanjutnya